Capaian Pajak Daerah di Mataram Cukup Progresif

0
Ahmad Amrin. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Upaya akselarasi pencapaian pajak di Kota Mataram cukup progresif. Pada semester pertama realisasi pajak daerah mencapai 59 persen atau Rp88,5 miliar lebih dari target Rp148 miliar. Progres ini dijadikan acuan untuk mengajukan perubahan target pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan.

Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan dan Penyuluhan pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Ahmad Amrin menjelaskan, capaian pajak daerah di semester pertama tahun 2022 cukup progresif atau sesuai dengan prediksi. Pasalnya, sektor pajak daerah telah melampaui target kecuali pajak bumi dan bangunan (PBB). Karena, perilaku pembayaran PBB akan melonjak pada saat menjelang jatuh tempo. “Alhamdulillah, progres pajak kita cukup progresif atau on the track,” kata Amrin dikonfirmasi Jumat, 22 Juli 2022.

Dari target pajak daerah Rp148 miliar yang telah terealisasi mencapai 59 persen atau Rp88,5 miliar lebih. Capaian ini diperoleh dari pajak hotel dari target Rp22 miliar, terealisasi 59 persen, pajak restoran mencapai 72 persen dari target Rp24 miliar. Pajak hiburan realisasinya 70 persen dari target Rp3 miliar. Pajak parkir mencapai 71 perrsen dari target Rp2,5 miliar. Berikutnya, pajak air bawah tanah sudah mencapai 65 persen dari target Rp1 miliar. Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai 63 persen dari target Rp23 miliar. Sedangkan PBB baru mencapai 33 persen dari target Rp27 miliar.

Amrin menegaskan, progres capaian pajak daerah di semester pertama di tahun 2022 akan menjadi acuan perubahan target pajak pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan. Pihaknya akan melakukan perhitungan ulang sektor pajak mana saja yang potensial untuk dinaikkan capaiannya. “Makanya kita mau mencoba menghitung ulang lagi,” tandasnya.

Ia belum bisa menyampaikan berapa jumlah kenaikan pajak di APBD perubahan. Hal ini dikarena masih dilakukan pembahasan di internal. Di samping itu, BKD juga mendapatkan tantangan dari pimpinan untuk menggarap maksimal pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Terjadinya lonjakan harga tiket pesawat diharapkan tidak terlalu signifikan terhadap kunjungan wisatawan. “Sekarang harga tiket mahal sekali. Iya, mudah-mudahan tidak berpengaruh ke kunjungan wisatawan,” demikian harap Amrin. (cem)