SMPN 11 Mataram Perkenalkan Siswa Lingkungan Belajar Menyenangkan

0
Kegiatan MPLS di SMPN 11 Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  SMPN 11 Mataram telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa kelas VII mulai Senin, 11 Juli 2022 selama tiga hari. Pihak sekolah memperkenalkan kepada siswa lingkungan belajar yang menyenangkan.

Kepala SMPN 11 Mataram, H. Azizudin pada Kamis, 21 Juli 2022 mengatakan, tahun ajaran baru 2022/2023 sudah dimulai sejak hari pertama masuk sepkolah pada Senin, 11 Juli 2022. Di SMPN 11 Mataram diawali dengan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.

“MPLS dilaksanakan selama tiga hari. Jadi, kunci dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru adalah bagaimaan anak-anak memahami situasi lingkungan yang baru dengan suasana menyenangkan,” ujar Azizudin.

Menurut Azizudin, secara sederhana MPLS adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah dalam rangka pengenalan peserta didik baru mengenai semua hal yang berhubungan dengan sekolah. MPLS diatur dalam Permendikbud nomor 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.

“Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri dan pembinaan awal kultur sekolah,” jelas Azizudin.

Setelah MPLS, Azizudin mengatakan, SMPN 11 Mataram langsung aktif melaksanakan proses belajar mengajar jadwal yang telah dibuat oleh bagian Kurikulum. SMPN 11 Mataram melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh dengan 100 persen kehadiran siswa. Pembelajaran tatap muka tetap menerapkan protokol kesehatan. “Sebelumnya kami membersihkan kelas dengan desinfektan,” ujarnya.

SMPN 11 Mataram juga terus menumbuhkan budaya literasi siswa melalui gerakan literasi sekolah. K Menurutnya, kegiatan literasi di SMPN 11 Mataram telah berjalan baik, yang dikoordinasikan oleh Tim Literasi Sekolah. kegiatan ini didukung oleh guru bahasa, dan guru mata pelajaran lain serta siswa. “Jadi bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah: kepala sekolah, guru, tata usaha, dan siswa,” ujarnya.

Bentuk dari kegiatan literasi di SMPN 11 Mataram ini yaitu pembiasaan membaca bagi siswa yang dilakukan selama 30 menit sebelum pembelajaran inti dimulai di kelas. Siswa diminta membaca buku di luar buku materi mata pelajaran.

Selama kegiatan membaca, siswa diberikan alat kontrol berupa jurnal yang harus diisi siswa, dan menceritakan kembali buku yang dibaca di depan guru dan teman-temannya.egiatan literasi ini sebagai sebuah upaya menumbuhkembangkan budaya membaca dan menulis di diri siswa, sehingga terciptana pembelajaran sepanjang hayat. (ron)