Lobar Siaga Kekeringan, BPBD Tak Punya Anggaran Droping Air

0
Tim BPBD Lobar saat melakukan droping air ke daerah terpencil tahun lalu. Namun anggaran penanganan kekeringan tahun ini nihil.(Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Musim kemarau sudah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, daerah Lombok Barat (Lobar) dihadapkan pada bencana kekeringan. Bahkan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Lobar mengeluarkan status siaga darurat kekeringan di 12 desa di lima kecamatan di Lobar. Namun kendala dihadapi BPBD, lantaran tak memiliki anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih.

“Siaga kekeringan di kecamatan Sekotong itu ada empat desa, Lembar dua desa, Gerung satu desa, Kuripan dua desa dan kecamatan Batulayar tiga desa,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar, Hartono Ahmad, Kamis, 21 Juli 2022. Dia memperediksi kondisi kekeringan bisa berdampak pada 13 ribu jiwa di 12 desa tersebut.

Namun, sayangnya saat ini di BPBD sendiri justru tidak ada dana yang bisa dianggarkan khusus untuk penanganan kekeringan. Padahal, untuk biaya lelahnya operasional para petugas, hingga pembayaran air di PDAM diperkirakan memerlukan anggaran hingga Rp95 juta.

“Kita tak ada anggaran di BPBD. Tapi Insya Allah kita pakai biaya tidak terduga (BTT) dan bantuan pihak ketiga, serta bantuan dinas terkait,” ungkap dia. Saat ini, pihaknya sudah mulai menerima adanya laporan dampak kekeringan namun masih laporan lisan. Belum ada laporan tertulis dari pihak desa setempat. “Tapi belum ada laporan resmi dari desa untuk minta air bersih dan lain-lain,” pungkas Hartono.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Lobar, M. Syahlan menerangkan sejauh ini baru satu surat permohonan bantuan air bersih dari desa yang dilanda Kekeringan. “Sampai dengan saat ini, yang mengalami kekeringan , di daerah agak kurang hujan dan   kondisi alamnya yang setiap tahun kekurangan air seperti di Giri Sasak sudah ada yang minta droping air. Dan sudah kami kirimkan,”kata Syahlan.

Pihaknya sendiri dalam penanganan kekeringan, turut serta membantu OPD teknis terkait. Karena kata dia bagaimana pun ini menyangkut urusan kemanusiaan juga. Ia berharap dengan kondisi cuaca La Nina ini, cadangan air di sumur warga bisa bertahan lama. Sehingga tidak banyak yang mengalami kekurangan air akibat kekeringan. (her)