Kepala BNPB Pimpin Rakor, Kasus PMK di NTB Mendapat Perhatian Serius Presiden Jokowi

Mataram (Suara NTB) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta, seluruh pemerintah daerah di NTB, termasuk jajaran TNI/Polri terus melakukan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Pulau Lombok. Ternak yang belum divaksinasi harus segera diberikan vaksin, sehingga kasus PMK di Pulau Lombok bisa ditekan. Terlebih kasus PMK di NTB ini mendapat perhatian serius dari Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, mantan Pangdam V Brawijaya ini juga mengingatkan agar ternak yang diantarpulaukan harus betul-betul dilakukan pengawasan. Terutama mengirim ternak ke daerah-daerah yang kasus PMK-nya masih nihil, seperti Pulau Sumbawa dan NTT. Sementara untuk Pulau Bali juga harus diupayakan bisa zero cases, karena sebentar lagi akan menjadi lokasi penyelenggaraan G-20.

‘’Pulau Bali harus zero cases. Karena sebentar lagi jadi lokasi penyelenggaraan G-20. Negara, seperti Australia sudah bebas PMK selama 150 tahun. Mereka juga menanyakan masalah penanganan PMK di Indonesia. Saya jawab, kita sudah maksimal melakukan penanganan,’’ ungkapnya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan PMK di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis, 21 Juli 2022.

Rakor ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Ruslan Aspan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Dandim/Kapolres Se NTB, perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Pulau Lombok dan pihak terkait lainnya.

Suharyanto menambahkan, negara-negara anggota G-20 sangat sensitif dengan PMK yang terjadi di Indonesia, terutama dari New Zealand dan Australia. Menurutnya, delegasi dari negara ini khawatir penyebaran PMK yang terjadi di Indonesia bisa menularkan pada ternak yang ada di negaranya, karena delegasi yang datang ini menganggap dirinya bisa sebagai carrier atau pembawa virus PMK. Untuk itu, keseriusan pemerintah daerah di NTB dan aparatur yang ada dalam menangani masalah PMK sangat diharapkan.

‘’Bapak Presiden sangat memperhatikan masalah PMK ini. Sebagai Ketua Satuan Tugas Penanggulangan PMK, saya juga melaporkan langsung perkembangan ini ke Bapak Presiden setiap minggu. Jadi kita harus serius menangani ini,’’ tegasnya.

Selain itu, tambahnya, NTB dan NTT merupakan daerah penghasil ternak di Indonesia, sehingga daerah-daerah yang belum terjangkit wabah PMK harus dijaga agar tidak terjadi wabah. Untuk mengantisipasi hal ini, pintu-pintu masuk ke daerah yang belum terkena PMK harus dilakukan secara maksimal. Dalam hal ini, ujarnya, penerapan biosecurity yang melibatkan aparat TNI/Polri di pintu-pintu masuk harus diperketat.

Terhadap permasalahan yang muncul di pelabuhan atau pintu masuk, seperti truk yang membawa ternak dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok dan kembali ke Pulau Sumbawa dalam keadaan kosong harus dilakukan penyemprotan. Kendala yang dihadapi Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) atau Kantor Karantina Pelabuhan di pelabuhan seperti tidak ada kewenangan melakukan penyemprotan, Suharyanto mengingatkan agar tidak ada celah terjadinya penularan virus PMK di Pulau Sumbawa.  Melalui kesempatan ini, pihaknya meminta agar aparat di bawah segera berkoordinasi melakukan penanganan untuk melakukan pencegahan.

Dalam hal ini, ujarnya, pihaknya sudah menyalurkan desinfektan bagi daerah di NTB melalui BPBD NTB dengan harapan penyebaran PMK di NTB bisa diatasi. ’’Aparat TNI/Polri atau pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan BPBD NTB untuk meminta desinfektan. Kami sudah salurkan ke BPBD NTB,’’ terangnya.

Menurutnya, truk-truk yang sebelumnya membawa ternak ke Pulau Lombok itu justru bisa menjadi carrier PMK, sehingga harus dilakukan penyemprotan dan pencegahan sejak awal.

Di sisi lain, ungkapnya, jika di Pulau Sumbawa terjadi kebobolan dan munculnya kasus PMK, pemerintah daerah harus segera bertindak cepat. ‘’Kalau perlu, ternak yang terkena PMK itu langsung dipotong. Tidak perlu dikasih obat. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih besar,’’ ujarnya mengingatkan.

Penanganan Berjalan Baik

Sementara Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, penanganan PMK di NTB berjalan baik. Seluruh pihak terkait bersinergi dan terus bergerak menghadapi PMK dengan tenang. Bahkan, Hari Raya Idul Adha bisa dilewati dengan lancar .

Diakuinya, penanganan PMK di NTB berjalan baik, dikarenakan Pemprov NTB banyak belajar dari penanganan kasus pandemi Covid-19 yang terjadi sebelumnya. Hal ini menyebabkan penanganan PMK bisa lebih cepat dan tepat.

Wagub berharap proses penanganan PMK berjalan dengan baik, sehingga NTB, khususnya Pulau Lombok yang berstatus wabah PMK bisa terbebas dari penyakit tersebut.

Hingga kini tercatat, dari populasi hewan rentan PMK (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 950.551 ekor di NTB, Jumlah kasus, 83.387 ekor, sakit 13.392 ekor. Sembuh 69.580 ekor, potong bersyarat 221 ekor dan mati 194 ekor.

Sementara untuk vaksinasi gelombang 1 sejumlah 2.400 dosis, vaksin gelombang 2 sejumlah 2.600 dosis, vaksin gelombang 3 sejumlah 35.000 dosis. Total alokasi 40.000 dosis dan jenis vaksin Aftopor. Dalam hal ini, yang sudah disuntuk 4.880 dosis dan tersisa 35.120 dosis, kebutuhan 418.721 dosis (sapi dan kerbau). (ham)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

0
Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19 Agustus 2022, wisatawan kelahiran Israel berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di ketinggian 150 meter dari Puncak...

Latest Posts

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...

Dispora NTB Usulkan Porprov NTB Ditunda

Mataram (Suara NTB) - Rencana KONI NTB menggelar Pekan...