Capaian Penerapan Pilar STBM Sumbawa Naik ke Urutan Kelima di NTB

0
Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah menandatangani deklarasi STBM kecamatan Alas. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Koordinator Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) Wilayah NTB, Jatmoko, mengapresiasi capaian progresif Kabupaten Sumbawa dalam upaya pengentasan berbagai persoalan sanitasi.

Menurutnya, pada 2018 lalu, capaian penerapan pilar STBM di Kabupaten Sumbawa masih berada di urutan ke 10 dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat. Di tahun 2022 ini, berkat kesadaran masyarakat dan intervensi dari berbagai pihak, Kabupaten Sumbawa telah berhasil naik ke urutan ke 5.

Hal itu disampaikannya saat  menghadiri Kegiatan Deklarasi STBM di Kecamatan Alas Barat, Kamis, 21 Juli 2022. Yang dihadiri Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah. Kecamatan Alas Barat merupakan kecamatan ke 8 setelah Kecamatan Lape, Lopok, Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Rhee, dan Plampang yang telah dinyatakan tuntas persoalan STBM. Berdasarkan hasil verifikasi tim kabupaten beberapa waktu yang lalu.

Bupati Sumbawa mengapresiasi Yayasan Plan Internasional Indonesia yang telah mendukung segala kegiatan terkait penuntasan persoalan sanitasi di Kabupaten Sumbawa. Juga kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kecamatan Alas Barat yang telah mampu membangun kesadaran masyarakat tentang urgensi sanitasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kecamatan ini layak dideklarasikan sebagai kecamatan STBM.

Bupati berharap,  keberhasilan ini dapat diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya. Sehingga  pada tahun 2023, Kabupaten Sumbawa secara keseluruhan terbebas dari berbagai persoalan sanitasi dan dapat meraih predikat Kabupaten STBM. (arn)