Menurunkan Angka Kemiskinan Tidak Cukup dengan Bantuan Instan

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., menanggapi target penurunan angka kemiskinan 1 digit per tahun di Kota Mataram yang tidak kunjung tercapai. Angka kemiskinan yang terjadi di daerah ini, tidak terlepas dari dampak covid-19 selama 2 tahun berturut-turut.

‘’Ini yang membuat berbagai jenis usaha menurun,’’ katanya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin. Ini menjadi tantangan terbesar bagi Pemkot Mataram di tengah upaya yang terus dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah ini. Sayangnya, upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkot Mataram tersebut, belum mencapai hasil yang maksimal.

Pemerintah, lanjut Rachman, sangat berperan untuk bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram ini, untuk menurunkan angka kemiskinan, tidak cukup dengan program pemberian bantuan dan sejenisnya. Program penanganan kemiskinan dengan cara memberikan bantuan secara instan kepada masyarakat, menurut Rachman, justru menggerus kemandirian masyarakat.

Bantuan-bantuan yang bersifat instan, kata dia, justru akan membentuk karakter masyarakat menjadi manja. Oleh karena itu, orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini berharap Pemkot Mataram melakukan inovasi dan kreativitas yang maksimal. Misalnya memberikan pembinaan berikut pelatihan yang berkesinambungan.

Rachman mencontohkan pelatihan-pelatihan yang diberikan dalam rangka penciptaan wirausaha baru, jelas menuntut peran dari OPD terkait. Seperti, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM serta Dinas Perdagangan untuk terus melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha yang mau mandiri.

Rachman melihat program yang dijalankan oleh Pemkot Mataram selama ini kaitannya dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan belum maksimal hasilnya. Indikatornya jelas, bahwa belum terjadi penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Oleh karena itu, dia meminta Pemkot Mataram memperbanyak pelatihan dan pembinaan.

‘’Mereka diberikan pelatihan kemandirian tetapi tidak diberikan pembinaan. Yang sering terjadi, masyarakat diberikan pelatihan tetapi tidak diberikan stimulan modal awal dan juga pembinaan serta pengawasan. Disinilah dibutuhkan peran serta bagaimana pemerintah hadir untuk memberikan pembinaan berlanjut kepada para pelaku usaha,’’ terang Rachman.

Kemiskinan di Kota Mataram kata mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini membutuhkan program yang mengcover seluruh persoalan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat. Mulai dari pelatihan, bantuan modal usaha, pembinaan hingga pengawasan. Yang jelas, kata dia, program penurunan angka kemiskinan ini harus dibarengi dengan pembinaan yang kontinyu.

Misalnya, program penanganan sampah di Mataram. Pemerintah bisa mensinkronkan penanggulangan kemiskinan ini dengan penanganan sampah. ‘’Karena di daerah lain sampah-sampah ini justru bisa menghasilkan uang. Dia memiliki nilai ekonomis,’’ sebutnya. Kalau Pemkot berpikir kreatif bagaimana membuat suatu formula sehingga masyarakat yang tadinya tidak peduli akan sampah dan banyaknya pengangguran, bisa melirik sektor kebersihan sebagai alternatif penanggulangan kemiskinan.

Tugas pemerintah sekarang bagaimana mengaktifkan kembali bank bank sampah yang ada di Kota Mataram. Bagaimana mengedukasi masyarakat bawah sampah memiliki nilai ekonomis yang tidak sedikit. Belum lagi penanganan sampah dengan budidaya maggot. ‘’Itu sebenarnya kalau kita fokus, pasti hasilnya akan kelihatan. Paling tidak ini yang menjadi barometer kita bagaimana kita menyelesaikan suatu persoalan dengan menyinkronkan dengan masalah yang lain sehingga mendapatkan suatu keuntungan,’’ ujarnya.

Rachman tidak menampik bahwa selama ini program-program yang diluncurkan oleh Pemkot Mataram terkesan hanya diluncurkan, lalu tidak ada pembinaan yang berkelanjutan. ‘’Jadi program-program yang diluncurkan itu tidak pernah dilakukan pembinaan itu yang membuat tidak berkelanjutan,’’ sesalnya.

Untuk itu, Rachman mengajak Pemkot Mataram untuk bersama-sama memerangi kemiskinan. Sehingga target penurunan angka kemiskinan 1 digit per tahun, dapat tercapai. ‘’Jadi target penurunan kemiskinan 1 persen itu bukan mustahil. Tidak ada yang mustahil selama kita mau,’’ imbuhnya. Rahman mengatakan bahwa kategori masyarakat miskin saat ini masih abu-abu. (fit)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...