Kasus Kebakaran Kapal, Polres Lobar Temukan Indikasi Kejanggalan

0
Wirasto Adi Nugroho (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Wirasto Adi Nugroho, S.I.K,  menegaskan pihaknya terus mengusut kasus kebakaran kapal di lokasi pengedokan Lembar yang merenggut korban jiwa. Dari penyelidikan awal, pihak Polres menemukan indikasi kejanggalan saat dilakukan pengerjaan perbaikan.

Seharusnya, ungkap Kapolres, ketika bekerja semua barang-barang, terutama yang mudah terbakar dikeluarkan semua. Selain itu, pekerja yang meninggal dibiarkan mandi di dalam kapal, sehingga diduga korban terjebak di dalam ketika kebakaran terjadi.

Namun demikian untuk memastikan penyebab kebakaran, pihak polres tetap menunggu hasil pemeriksaan tim Labfor yang rencananya akan turun tanggal 22 Juli nanti.

Dari informasi awal, tambahnya, kebakaran itu diduga dipicu saat pengelasan. Pihaknya pun memperkuat pemeriksaan saksi-saksi yang nanti itu disinkronkan. “Kami perkuat dari pemeriksaan saksi-saksi, SOP nya seperti apa pada saat pengelasan? Disinkronkan nanti dengan hasil Labfor, barulah dari situlah kita lakukan gelar perkara,” tegas Kapolres Lobar.

Gelar perkara itu digelar untuk menentukan apakah ada indikasi pidana dan naik tidaknya kasus ini ke tahap penyidikan. Logikanya kata Kapolres, ketika dilakukan kegiatan pekerjaan pengelasan harusnya semua barang, baik yang mudah terbakar ataupun barang lainnya dikeluarkan. Apalagi kata dia, di lokasi anginnya kencang. Sejauh ini, lanjut dia, pihak perusahaan sudah diperiksa. Pihaknya mendalami seperti apa SOP nya. Saat ini lokasi kejadian kapal terbakar masih dipasang police line, hingga tim labfor turun dan penyelidikan dirasa cukup.

Korban yang meninggal ,sudah diambil oleh pihak keluarga. Karena pihak keluarga meminta agar jenazah dipulangkan. Namun pihak kepolisan tetap melakukan identifikasi melalui tes DNA, karena kondisi korban hangus terbakar. “Dilakukan pembuktian melalui tes DNA, karena dari struktur gigi hangus,”ujarnya.

Sampel untuk tes DNA ini jelas dia, sudah diambil untuk diperiksa di Pusdokkes Polri di Jakarta. Korban jelas dia, diduga saat sebelum kejadian sedang mandi di dalam kapal dan tak tahu terjadi kebakaran. “Begitu mau keluar, sudah terjebak kebakaran. Itu kan bagian dari SOP, pengelasan itu tidak boleh ada di kapal. Anginnya kan kencang,” ungkapnya. (her)