Gelar Edu Fair, Sekolah Binaan PT STM Tampilkan Karya Siswa

0
Wakil manager hubungan masyarakat PT STM, Putra Alamsyah didampingi kepala SDN 12 Huu, M Said, menyaksikan siswa SDN 12 Huu mempraktikkan cara pembuatan lilin pada pelaksanaan Edu Fair di SMPN 1 Huu, Rabu, 20 Juli 2022.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Produk hasil karya siswa selama program peningkatan kualitas pendidikan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) terhadap tiga sekolah dipamerkan pada Edu Fair di SMPN 1 Huu. Produk yang dipamerkan merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PJBL), sebagai penerapan dari kurikulum merdeka.

Tiga sekolah yang mengikuti edu fair yaitu SMPN 1 Huu, SDN 12 Huu, dan MI Miftahul Jannah Desa Daha. Edu fair yang mengangkat tema ‘Merdeka dalam proses pembelajaran, kreatif dan inovatif dalam berkarya’ ini, juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa dari ketiga sekolah. Mulai dari drama, kesenian, puisi, pidato, dialog bahasa inggris dan berbagai atraksi lainnya. Kesemua itu dilakukan para siswa hasil dari program pendampingan sejak 2021 lalu.

Para orang tua murid yang menyaksikan penampilan siswa di SMPN 1 Huu, Rabu, 20 Juli 2022, langsung menjadi peserta seminar orang tua dengan tema ‘Menjadi Orang Tua yang Asik di Era Digital’. Seminar ini menghadirkan Yamin, S.Pd guru pada SMPN 1 Huu sebagai pembicara dan Muhammad Ilham, S.Pd sebagai moderator. Kepala SMPN 1 Huu, M Darwis, S.Ag, M Said, S.Pd kepala SDN 12 Huu, dan Usman, S.Pd.I kepala MI Miftahul Jannah sebagai pendamping.

Mini workshop bagi guru di kecamatan Huu dengan fasilitator dari guru MI Miftahul Jannah, Megawati, S.Pd dan Radiatul Adaniah, S.Pd dari SDN 12 Huu juga memeriahkan kegiatan Edu Fair, Rabu kemarin. Mini workshop ini menggunakan aplikasi classDojo dengan tema ‘Platform Pengelolaan Kelas dan pembelajaran’.

Ummul Khairat, S.Pd wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMPN 1 Huu mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian dari hasil pendampingan PT STM selama ini. Semua penampilan dan pameran yang ditampilkan para siswa dan guru pada Edu Fair merupakan hasil dari pendampingan selama ini. Siswa cukup aktif mengikuti PJBL hingga menghasilkan proyek atau karya.

“Komik edukasi soal hutan, itu mereka turun langsung ke masyarakat pelaku (pemanfaatan hutan). Sebelum turun, mereka susun sendiri pertanyaan untuk materi interview (wawancara). Bahkan mereka ada yang sampai ditolak warga. Luar biasa mereka (anak – anak),” ungkap Ummul Khairat.

Tidak hanya pada anak – anak, Ummul mengaku, semakin optimis dengan kemajuan pendidikan di Huu kedepan. Karena pendampingan dititik beratkan pada kualitas dan kemampuan guru, sehingga terlihat hasilnya pada anak – anak. “Kurikulum merdeka yang baru diterapkan, kita sudah paham dan menerapkannya. PJBL yang dipamerkan sekarang bagian dari contoh penerapan kurikulum merdeka dan itu merupakan hasil kolaborasi dari beberapa mata pelajaran,” ungkapnya.

Putra Alamsyah, Wakil Manager Hubungan Masyarakat PT STM memberikan apresiasi atas karya para siswa yang dipamerkan pada Edu Fair. Tidak hanya memiliki ketrampilan dan keberanian untuk tampil, tapi para siswa juga diajarkan untuk menghasilkan produk. “Ini luar biasa. Saya bisa melihat siswa (SDN 12 Huu) mempraktikkan langsung cara membuat lilin yang langsung menjadi aromaterapi,” ungkap Alamsyah. (ula)