Terdampar di Tengah Laut, Dua Nelayan Asal NTT Diserahkan ke Pemerintah untuk Dipulangkan

0
Aparat kepolisian menyerahkan dua nelayan asal NTT yang terdampar dan diselamatkan nelayan Teluk Awang, untuk keperluan pemulangan ke daerah asalnya. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Polsek Kawasan Mandalika menyerahkan dua orang nelayan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampar ditengah laut, kepada Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Sosisl Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk proses pemulangan. Kedua nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan Teluk Awang, pada Senin, 11 Juli 2022. Dan, sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Awang.

“Penyerahan sudah dilakukan pada Senin, 18 Juli 2022, ke Dinas Sosial NTB melalui Dinas Sosial Loteng. Untuk keperluan pemulangan ke daerah asal,” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Irfan Nurmansyah SIK, MM., melalui Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Made Dimas Widyantara, SIK., dalam keterangan, Selasa, 19 Juli 2022.

Dimas mengatakan, nelayan bernama Lucas Lucigadi (27) dan Leonard Dagetuka (17) asal Kolrae, Kecamatan Saburae, NTT tersebut pergi menangkap ikan menggunakan sampan pada tanggal 3 Juli lalu. Kedua melaut hingga 3 mil laut atau sekitar 5 km di Laut Flores untuk menjala ikan terbang.

Naas sesampai ditujuan mesin perahu mengalami kerusakan. Sehingga tidak bisa dihidupkan kembali dan keduanya pun tidak bisa kembali ke darat. Selama sekitar delapan hari keduanya tetap bertahan diatas perahu yang ditumpanginya. Sampai pada tanggal 11 Juli kemarin, cuaca dan gelombang tinggi serta angin kencang menerjang perahu kedunya hingga tenggelam.

Dengan hanya bermodalkan busa sebagai pelampung kedua nelayan tersebut tetap bertahan dan terombang ambing ditengah laut. Sampai kemudian melintas kapal laut Taqwa Ilahi yang di nakhoda Ridwan, asal Teluk Awang. Kala itu kapal laut tersebut memang sedang mencari ikan. Oleh awak kapal kedua nelayan asal NTT tersebut kemudian dievakuasi.

Usai menangkap ikan kapal laut tersebut kemudian kembali ke Telu Awang. Setibanya di Teluk Awang, kedua nelayan tersebut langsung dibawa ke Puskemas Awang, lantaran dalam kondisi lemah. Setelah berhari-hari berada ditengah laut. “Saat ditemukan kedua nelayan tersebut masih dalam kondisi fisik masih lemah. Sehingga harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Awang,” jelas Dimas.

Setelah mendapat perawatan kedua nelayan tersebut kondisinya sudah kembali pulih. Berkoordinasi dengan pihak terkait, aparat kepolisian kemudian diserahkan ke pemerintah untuk proses pemulangan. “Kita hanya melakukan pendampingan untuk berkoordinasi dengan dinas sSosial kabupaten terkait proses pemulangannya. Selanjutnya pihak dinas sosial kabupaten yang berkoordinasi dengan dinas sosial provinsi,” tandasnya. (kir)