Teliti Ekstrak Patikan Kebo sebagai Antiviral Herbal

0
Inilah Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Malang (Unisma) yang lolos Pendanaan Belmawa Dikti Tahun 2022. (foto/ist)

Malang (suarantb.com)-Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Malang (Unisma) lolos Pendanaan Belmawa Dikti Tahun 2022. Ketua tim Skim Riset Eksakta (PKM-RE), Freih Jailani mengatakan, timnya mengangkat projek dengan judul Potensi Antiviral Ekstrak Patikan Kebo Terhadap Virus Corona Unggas Melalui Uji Tantang In Ovo (Upaya Preventif Zoonosis Corona). Judul tersebut mendapat dana dikti sebesar 7 juta rupiah.

Freih mengungkapkan, judul tersebut terinspirasi kasus covid di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Akan tetapi salah satu yang belum diantisipasi adalah jika terjadi mutasi virus corona yang bersifat zoonosis.

“Virus corona ini sebenarnya sudah ditemukan sejak lama pada manusia maupun hewan. Di hewan yaitu terjadi pada unggas, kalkun, babi, tikus, kucing, dan anjing. Virus Corona yang menginfeksi hewan merupakan genus Beta pasca berevolusi dalam bentuk baru, yakni SARS-Cov, MERS-Cov, Neo-cov,2019- Ncon, FCoV dan CcoV,” paparnya.

Dia berharap dari penelitian yang dilakukan dapat mengetahui potensi tanaman liar patikan kebo sebagai herbal antiviral sehingga bisa diaplikasikan ke ayam atau unggas lainnya. Herbal tersebut dimanfaatkan melalui pakan atau air minum sehingga bisa mencegah IB ayam. “Pencegahan ini akan mengurangi virus corona berinteraksi dengan ayam dan ini juga mencegah mutasi virus IB yang bisa menjadi salah satu perubahan sifat virus menjadi zoonosis,” jelasnya. (r/*)