Setelah Dibangunkan Jembatan, Jalur Pemoles Diusulkan Naik Status

0
Pengerjaan jembatan Pemoles di ruas Jalan Montong Sapah-Batujangkih saat ini terus berjalan. Pemkab Loteng berencana menaikkan status ruas jalan tersebut menjadi jalan kabupaten. Dan, kini masih menunggu usulan dari pemerintah desa.  (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berencana menaikkan status jalan Jalur Pemoles yang menghubungkan Desa Montong Sapah dengan Desa Batujangkih, menjadi jalan kabupaten. Dengan begitu, ke depan penanganan dan perbaikan ruas jalan tersebut bisa ditangani oleh pemerintah kabupaten. Namun untuk itu, Pemkab Loteng masih menunggu usulan dari pemerintah desa setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataa Ruang (PUPR) Loteng, L. Rahardian, kepada Suara NTB, Selasa, 19 Juli 2022, mengatakan Pemkab Loteng berharap bisa menjadikan ruas jalan Pemoles menjadi jalan kabupaten. Di mana saat ini status jalan masih jalan desa. “Tapikan untuk diusulkan jadi jalan kabupaten ada mekanismenya. Harus melalui usulan dari pemerintah desa. Usulan itu yang sedang kita tunggu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pemerintah desa juga diharapkan bisa melengkapi beberapa ketentuan untuk menjadi jalan kabupaten. Salah satunya terkait lebar jalan minimal dilebarkan menjadi 8 meter. Hal ini penting untuk memudahkan nanti ketika ruas jalan tersebut ditangani atau diperbaiki oleh pemerintah kabupaten.

Karena pengalaman di beberapa ruas jalan desa yang sudah dinaikkan statusnya menjadi jalan kabupaten, ada kesulitan saat ruas jalan tersebut diperbaiki. Di mana karena lebarnya kurang dari ketentuan, sehingga usulan perbaikannya sulit dilakukan. “Ini yang penting, sebelum status jalur Pemoles dinaikkan status menjadi jalan kabupaten, persyaratan teknis minimal sudah dipenuhi. Terutama soal lebar jalan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rahardian mengatakan, usulan peningkatan status jalan itu dilakukan setiap lima tahun sekali. Dan, kebetulan tahun ini Pemkab Loteng akan melakukan penetapan jalan kabupaten, sehingga saat inilah kesempatan untuk bisa mengajukan atau mengusulkan peningkatan status jalan desa ke jalan kabupaten.

“Tapi itu tadi, harus melalui proses usulan dari pemerintah desa terlebih dahulu. Tidak bisa pemerintah kabupaten langsung mengklaim jalan tersebut sebagai jalan kabupaten,” tegasnya kembali.

Sebelumnya, Pemkab Loteng tengah membangunkan jembatan penghubung antara Desa Montong Sapah dan Batujangkih di jalur Pemoles. Di mana pada akhir pekan kemarin, para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng dipimpin langsung uUpati Loteng, H. L. Pathul Bahri, S.I.P., turun untuk bergotong royong membangun jembatan tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Loteng, pun menyampaikan harapannya agar ruas jalan Pemoles ditingkatkan statusnya menjadi jalan kabupaten supaya bisa ditangani oleh pemerintah kabupaten untuk perbaikannya dimasa yang akan datang. Pasalnya, Pemkab Loteng menargetkan pada tahun 2024 mendatang ruas jalan kabupaten yang dalam kondisi mantap sudah 100 persen.

Terpisah, Kepala Desa Montong Sapah, Darbe, menyambut baik rencana Pemkab Loteng tersebut. Pihaknya berjanji akan segera mengusulkan peningkatan status ruas jalan Pemoles ke pemerintah kabupaten. “Kalau kita akan sangat bersyukur ruas jalan ini bisa menjadi jalan kabupaten dan bisa ditangani segera oleh pemerintah kabupaten,” tandasnya. (kir)