Oknum Calo Ditangkap, PMI Ilegal Asal Lobar Dipulangkan

0
Foto para PMI asal Sekotong yang dipulangkan

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) Ilegal yang mengalami insiden kecelakaan kapal karam di Batam, beberapa waktu lalu sudah dipulangkan. Saat ini, dua orang asal Sekotong itu sudah berada di rumahnya. Diduga oknum calo yang memberangkatkan PMI ini sudah ditangkap aparat.

Selain dua PMI asal Sekotong itu, ada juga beberapa orang PMI Ilegal yang dipulangkan karena digerebek di Jakarta dan Surabaya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lobar, H. Sabidin mengatakan, dua orang PMI ilegal yang mengalami insiden kapal karam di Batam sudah dipulangkan beberapa waktu lalu. “Mereka sudah berada di rumahnya,” kata Sabidin, Selasa, 19 Juli 2022.

Pemulangan PMI ini diurus oleh Pemda, mulai dari KTP untuk tiket pulang. Semua dokumen kependudukan mereka hilang, sehingga pihaknya membantu pengurusannya. Setelah KTP selesai barulah dipesankan tiket untuk pulang. Mereka diantar ke rumah masing-masing.

“Informasi dari pak Kabid, dua orang oknum calo yang memberangkatkan sudah ditangkap,” terang mantan Kadis Perindag itu. Selain dua PMI itu, ada juga PMI yang digerebek di Jakarta sudah dipulangkan. Dari 10 orang yang digerebek, salah satunya dari Lobar. “Sudah juga dipulangkan,” imbuhnya.

Di samping itu, ada dua orang PMI ilegal asal Lobar digerebek di Surabaya. Dua orang PMI itu, berjenis kelamin perempuan hendak dikirim ke Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga. Dua orang PMI itu berasal dari Duman dan Tanak Beak.

Menurut Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Disnaker Lobar, Masri Junihardy, SKM.,M.Si menambahkan kasus PMI ilegal atau unprosedural di Lobar masih menjadi persoalan. Menyusul beberapa hari terakhir, sejumlah PMI yang berangkat ilegal terungkap setelah terjadi insiden tenggelam nya kapal cepat pengangkut PMI di Batam. Dan terakhir, pengiriman puluhan calon PMI digagalkan oleh pihak BP2MI Jakarta. Calon PMI yang notabene perempuan itu hendak dikirim menjadi pekerjaan rumah tangga (PRT) ke Arab Saudi.

Menyikapi banyaknya PMI ilegal ini, pihaknya menyiapkan langkah-langkah. Di antaranya, memberikan pelatihan kepada para PMI ilegal ini. Selain itu, mencegah pemberangkatan PMI unprosedural, pihak Dinas melibatkan perusahaan pengerah PMI akan memberikan sosialisasi kepada para PMI, kades dan kecamatan.  Begitu mereka pulang, kita data.

“Kita antar sampai ke rumahnya. Setelah mendapatkan jadwal pelatihan, kita jemput mereka untuk dilatih,” kata dia. Dijelaskan, para PMI ini akan dilatih oleh pihak dinas. Tinggal menunggu jadwal dari BLK Lombok Timur. Pelatihan bagi PMI Ilegal ini belum ditetapkan target sasarannya. Karena ranahnya di BP2MI dan BLK Lombok Timur.

Selain itu pihaknya dalam waktu dekat akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini pihaknya tengah mencari regulasi dan pendanaan untuk kegiatan sosialisasi mengundang kades, kalau tidak bisa Kades minimal para Camat. Mereka akan diberikan sosialisasi terkait dengan UU nomor 18 tahun 2018.

“Bagiamana hukuman bagi pengirim PMI Ilegal, prosedur pemberangkatan PMI legal, itu yang kita sosialisasikan,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, pihaknya akan melibatkan juga perusahaan-perusahaan pengerah tenaga kerja. Ada beberapa PT yang akan diajak kerjasama. Karena dari kegiatan ini tentunya pihak perusahaan akan mendapatkan untung, paling tidak dari sosialisasi itu PT itu bisa dikenal.

“Nanti PT yang membiayai kegiatan itu, kita mendampingi. Artinya kedua belah pihak saling simbiosis mutualisme, pemda bisa sosialisasi dan pihak perusahaan bisa dikenal namanya. Tapi itu kami lagi cari regulasinya,” ujarnya. Terkait hal ini pihaknya perlu mencari regulasi, sehingga melalui kegiatan ini, paling tidak masyakarat tahu soal aturan. (her)