Kejari Lotim Dalami Dugaan Korupsi Alsintan

0
Isa Ansori

Selong (Suara NTB) – Kejaksaan negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) terus mendalami dugaan korupsi  pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Teranyar, Kejari Lotim sudah kantongi data kerugian negara sesuai hasil audit Badan Pemeriksa dan Pengawas Pembangunan (BPKP).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lotim, M. Isa Ansori mengatakan, pihaknya telah intens berkoordinasi dengan BPKP terkait perhitungan akhir angka kerugian negara perkara Alsintan. Dari hasil koordinasi itu, dinyatakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) audit perkara Alsintan ini akan segera rampung. “Informasinya tinggal ditandatangani,” ucapnya.

Dijelaskan, hasil audit BPKP sudah 99 persen rampung. Disebut nilai kerugian negara   mencapai Rp4 miliar. Kerugian negara ini merupakan dasar dari penyidik untuk melanjutkan proses penyidikan selanjutnya. Termasuk memproses gelar perkara penetapan tersangka, dilanjutkan dengan proses pemberkasan penyidikan.

Diketahui pengadaan Alsintan merupakan pengadaan peralatan mesin pertanian yang  anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian tahun 2018 sebesar Rp5 miliar. Alat tersebut diperuntukkan untuk membantu petani di Lotim.

Sebanyak 4 unit traktor roda empat dan 50 unit Hand Traktor. Ratusan pompa air dan semprot. Diduga bantuan itu tidak sampai ke petani dan disalahgunakan oleh oknum sejumlah pelaku. (rus)