Ingin Harga yang Sepadan, Pemerintah Segera Salurkan Mesin Rajang dan Tungku untuk Petani Tembakau

0
Tim dari Distanbun NTB saat turun ke petani tembakau di Lotim untuk melihat secara langsung kondisi tanaman tembakau di lapangan. (Suara NTB/ist)

Mataram(Suara NTB) – Musim panen tembakau segera tiba. Pemerintah daerah tidak ingin pembelian harga tembakau merugikan para petani. Untuk itu, Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB akan mengundang perwakilan petani tembakau, perusahaan mitra hadir membahas harga pembelian tembakau, Rabu, 27 Juli 2022.

Adanya pembahasan masalah harga tembakau ini bisa mengurangi gejolak petani tembakau yang selalu dihadapi setiap musim panen tiba. ‘’Harga ini akan ditentukan dalam musyawarah harga yang diwakili petani binaan, perusahaan dan juga pemerintah Rabu depan,’’ ungkap Kepala Bidang Perkebunan pada Distanbun NTB H. Achmad Ripai, S.P., M.Si., pada Suara NTB, Selasa, 19 Juli 2022.

Dalam menentukan harga beli tembakau, ujarnya, perusahaan mitra memiliki analisa sendiri. Begitu juga pemerintah memiliki analisa tersendiri, termasuk petani tembakau memiliki analisa berbeda, sehingga hal ini dipadukan dalam pertemuan masalah harga pekan depan.

Meski demikian, ujarnya, penentuan harga pembelian tembakau berbeda-beda, tergantung grade (klasifikasi) atau daunnya. Apakah daun tembakau yang dijual itu, pucuknya, daun bawah, daun tengah memiliki klasifikasi harga yang berbeda-beda. ‘’Itu yang akan kita bahas nanti,’’ tambahnya.

Mengenai petani tembakau non mitra yang selama ini menjadi permasalahan saat musim panen tiba, Achmad Ripai mengklaim, petani memiliki pasar masing-masing. termasuk petani tersebut menjual pada perusahaan mitra lewat jaringan atau kelompok taninya masing-masing.

Diakuinya, hingga Selasa kemarin, jumlah perusahaan yang sudah melapor ke Distan NTB untuk membeli tembakau baru 19 perusahaan. Mengenai berapa kuota yang akan dibeli masing-masing pengusaha, tambahnya, akan dijabarkan dalam pertemuan Rabu depan.

Sementara di satu sisi, perkiraan total hasil panen tembakau pada tahun ini sebanyak 20.000 ton dari estimasi sebelumnya 30.000 ton untuk tembakau oven. Turunnya perkiraan hasil panen ini setelah tim turun ke lapangan melakukan survei, jika hasil panen tembakau tahun ini sekitar 20.000 ton. Sedangkan jika digabungkan dengan tembakau rajang bisa mencapai 30.000 ton.

Dalam mempertahankan kualitas mutu tembakau, ungkapnya, Distanbun NTB memprogramkan pemberian bantuan mesin rajang dan tungku bagi petani oven. Mesin bantuan ini merupakan produksi lokal yang sudah tersedia di e-catalog, sehingga tidak perlu dilakukan tender.

‘’Untuk tungku sebanyak 300 unit dengan anggaran Rp6 miliar. Dan mesin rajang bagi petani tembakau sebanyak 92 unit dengan anggaran Rp2,3 miliar. Kita beli di IKM-IKM kita yang ada di daerah ini, seperti dari Getap atau Kotaraja. Tapi tentu, biar tidak melanggar hukum, yang sudah ada di e-catalog,’’ terangnya. (ham)