Harga Minyak Curah Mulai Stabil

0
Harga minyak goreng curah di Kota Mataram mulai stabil. Seperti di pasar Dasan Agung perkilogram dijual seharga Rp15 ribuan. Rencana produksi minyak curah oleh Kementerian Perdagangan dinanti publik untuk memastikan stok dan menstabilkan harga. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Upaya pemerintah menekan kenaikan harga minyak curah berhasil. Harga di tingkat agen atau pengecer mulai stabil. Produksi minyak goreng dari Kementerian Perdagangan dinanti publik untuk menjamin kepastian harga dan stok.

Pedagang minyak curah di Pasar Dasan Agung, Dewa menuturkan, harga minyak goreng curah mulai mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. Ia membeli di agen seharga Rp13 ribu/kg. Kemudian dijual Rp15 ribu/kg.

Selisih harga ini dikarenakan harus membeli bungkus dan biaya operasional lainnya. “Untungnya sedikit, cuma Rp2 ribu. Itu belum kita beli bungkus dan ongkos buruh,” kata Dewa.

Dibandingkan sebelumnya, harga minyak curah relatif mahal. Di tingkat pengepul atau agen harganya mencapai Rp15 ribu lebih. Ia tidak mungkin menjual lebih rendah. Di samping itu lanjut Dewa, distributor juga membatasi pembelian dan harus menyiapkan persyaratan. “Kalau sekarang tidak ada kesulitan dan lancar. Malah banyak berjualan keliling,” ucapnya.

Saat ini, ia mengalami kesulitan menjual minyak curah miliknya. Biasanya dua sampai empat jeriken habis per hari. Karena stok melimpah dan harga relatif stabil, minyak goreng curah miliknya habis satu jeriken setiap hari.

Kepala Bidang Barang Pokok, Barang Penting, dan Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida membenarkan, harga minyak goreng curah telah mengalami penurunan di tingkat distributor, agen, maupu pengecer. Di tingkat distributor minyak goreng dijual Rp12 ribu/kg. Kemudian, di agen atau pengecer Rp13 ribuan. Artinya, maksimal harga minyak goreng curah sampai di tangan masyarakat Rp15 ribu/kg. “Jadi wajar kalau sampai Rp15 ribu di pengecer karena mereka kembali membeli bungkus dan lain sebagainya,” kata Nida.

Menurutnya, upaya pemerintah menstabilkan harga dan memastikan stok minyak goreng curah terpenuhi. Saat ini kata Nida, pihaknya masih menunggu produk minyak goreng yang diproduksi langsung oleh Kementerian Perdagangan.

Produk minyak Kemendag diharapkan dapat menstabilkan harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat. (cem)