Dalami Dugaan Kelalaian Kasus Kebakaran Kapal, Penyidik Polres Lobar Periksa Pihak Perusahaan Doking

0
I Made Dharma Yulia Putra (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak Polres Lombok Barat (Lobar) terus menyelidiki kasus kebakaran kapal di lokasi pengedokan Lembar. Selain memeriksa saksi-saksi dari ABK dan tukang las, penyidik juga memeriksa pihak perusahaan PT. Dukuh Raya, sebagai pihak yang melakukan perbaikan kapal tersebut. Sejauh ini, sebanyak 10 saksi sudah diperiksa oleh pihak penyidik Polres Lobar.

Kasat Reskrim Polres Lobar  Iptu I Made Dharma Yulia Putra, S.T.K., S.I.K., menegaskan, pihaknya sudah melakukan olah TKP awal di lokasi dan penyelidikan terhadap kasus kebakaran kapal yang terjadi di Lembar pada Sabtu (16/7/2022).”Sejauh ini kami sudah memeriksa 10 orang saksi. Ada penambahan dua orang saksi yang kami periksa, itu untuk mendalami dari pihak perusahaan (PT Dukuh Raya),”terang dia, Selasa, 19 Juli 2022.

Pemeriksaan saksi-saksi yang bertujuan mendalami kasus kebakaran itu, dilakukan secara menyeluruh, baik dari unsur pekerja, ABK dan pimpinan perusahaan doking kapal tersebut.  Pihaknya mulai melakukan pemeriksaan sejak sehari setelah kejadian kebakaran itu.

Saat kejadian itu, pihaknya juga sudah melakukan pendataan terhadap para pihak yang perlu dipanggil sebagai saksi.  “Mereka ini yang menyaksikan, melihat dan mendengar saat kejadian itu,” kata dia.

Dalam pemeriksaan ini, pihaknya memastikan soal kontrak kerja dan SOP, karena tentunya dalam setiap pekerjaan itu, pasti ada SOP dalam bekerja. Apabila SOP yang dibuat oleh pihak perusahaan, itu tidak dilaksanakan maka otomatis diduga ada unsur kelalaian,  sehingga terjadi kebakaran dan mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia.

Indikasi dugaan pelanggaran yang disangkakan jelas dia pasal 188 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. “Kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi,” jelas dia.

Untuk korban sendiri, masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara, sambil menunggu pihak keluarga. Di samping itu, pihaknya juga sudah mengundang Tim Ahli dari Labfor Denpasar Bali untuk melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap kejadian kebakaran itu. “Rencananya tim Labfor Bali kemungkinan turun tanggal 22 Juli nanti,” ujarnya. (her