Cegah Parkir Liar, Terminal Segenter Segera Dioperasikan

0
Foto lokasi Terminal Segenter Lembar ini segera dioperasikan oleh Dishub Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) berjanji segera memasang rambu lalulintas larangan parkir di sejumlah lokasi parkir liar, seperti di dekat simpang lima Gerung, tugu Meriam dan lainnya. Langkah ini menindaklanjuti permintaan kepolisian agar pihak Dishub memasang rambu-rambu tersebut.

Pasalnya, kondisi titik parkir liar itu semakin semerawut dan mengganggu pengguna jalan akibat truk besar yang parkir hingga ke badan jalan. Selain itu, pihak dinas akan mengoperasikan terminal Segenter untuk mengurangi Kendaraan yang parkir secara liar.

“Kita akan memasang rambu-rambu itu di simpang lima, wilayah tugu koperasi, dalam waktu dekat ini,” jelas Kepala Dishub Lobar, HM Najib beberapa waktu lalu. Diakuinya ramainya lokasi parkir liar itu didominasi truk besar yang datang dari pelabuhan Lembar. Diopersikannya terminal Segenter Lembar agar para truk itu diam di terminal tersebut. “Jadi semua kita tertibkan, tidak da lagi parkir liar,” jelasnya.

Rencananya pengoperasian terminal Segenter itu akan dimulai akhir Juli ini. Koordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan termasuk pihak jasa penyeberangan baik ASDP maupun Pelindo sudah dilakukan. Namun ia mengatakan sebelum pengoprasian itu, pemasangan rambu-rambu disejumlah titik termasuk tugu koperasi akan dilakukan.

Ia tak menampik, dampak belum adanya rambu larangn parkir itu membuat pihak kepolisian belum dapat menindak tegas dengan menilang para supir truk yang parkir sembarangan. “Kita akan segera memulai ini, kita akan arahkan truk itu ke parkiran Segenter,” pungkasnya.

Kasat Lantas Polres Lobar, Iptu Agus Rachman yang dikonfirmasi atas parkir liar tugu Koperasi itu mengaku tidak bisa berbuat banyak. Lantaran sampai saat ini lokasi yang sering dijadikan tempat parkir truk besar itu tidak ada terpampang rambu larangan parkir yang seharusnya di pasang oleh Dinas Perhubungan. Ia mengaku hanya bisa memberikan imbauan dan mengingatkan para sopir truk untuk tidak menggunakan bahu jalan saat memarkir kendaraannya.

“Kami begitu liat orang parkir liar hanya bisa mengimbau dan mengingatkan. Apa yang bisa kita tilang, (rambu) larangan parkir tidak ada. Dasar kita melakukan tilang tidak ada,” tegasnya.

“Kewenangan kami memang sebelum melakukan penegakan hukum, ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan yakni pendekatan secara persuasif, kemudian menghimbau. Untuk penegakan hukum, tentu mengaku pada regulasi yang ada semisal adanya rambu larangan parkir,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya tentu akan mengambil langkah tegas ketika para sopir truk tersebut memarkir kendaraannya memakai bahu jalan dan bahkan badan jalan. “Silakan memarkir kendaraannya, asal tidak menggunakan badan atau bahu jalan. Dan jangan parkir di kiri-kanan,” imbaunya.

Jika sudah ada rambu di tempat itu, lanjutnya, pihaknya bisa menerapkan Pasal 287 ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Melanggar tata cara berhenti dan parkir, tidak mengindahkan kendaraan prioritas yang dilengkapi bunyi atau sinar, dan melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

“Kalau sudah ada rambu larangan kita bisa tilang, Dishub pun bisa menilang,” jelasnya lagi. Kasat Lantas Polres Lobar itu juga menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Dishub Lobar secara maksimal. “Koordinasi secara maksimal sudah kita lakukan. Kami akan terus mengingatkan,” tutupnya. (her)