Tinggi, Animo Masyarakat Baca Buku

0
Tri Budiprayitno (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Era digitalisasi tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk membaca buku secara langsung. Meski bahan bacaan banyak ditemui lewat internet, membaca buku secara fisik masih diminati.

“Seperti saat kunjungan ke Perpustakaan Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur, masih tinggi animo masyarakat untuk pegang fisik buku secara langsung,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Drs. Tri Budiprayitno, M.Si., saat rapat Tim Sinergi Transformasi Perpustakaan Provinsi NTB, Senin, 18 Juli 2022.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja NTB ini mencontohkan animo masyarakat membaca buku masih tinggi, meski sekarang ini bahan bacaan bisa didapat lewat internet. Untuk itu, pemerintah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hingga perpustakaan desa dan kelurahan dan juga mitra berupaya agar masyarakat, baik di kota atau pelosok tetap mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Melalui program perpustakaan berbasis inklusi sosial, termasuk yang dikembangkan oleh perpustakaan desa, tambahnya, semua apa yang dibutuhkan masyarakat ada di sana. Dalam hal ini, pihaknya bersama Tim Sinergi Transformasi Perpustakaan Provinsi NTB dan juga pamong literasi (pegiat perpustakaan) berusaha memenuhi kebutuhan bahan bacaan bagi masyarakat.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Literasi Lumbung Lombok yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan literasi di NTB. Bahkan, yayasan ini memiliki anggota yang cukup besar di NTB dan juga di beberapa daerah di Indonesia, termasuk hingga Jepang.

Untuk itu, dalam mengembangkan masalah minat baca masyarakat, kerjasama dengan pihak ketiga atau masyarakat harus terus diperhatikan.

Meski demikian, akunya, pihaknya selama ini dihadapkan dengan permasalahan anggaran, sehingga beberapa program untuk pengembangan perpustakaan hingga pelosok NTB menjadi terhambat. Pihaknya mengharapkan, anggaran yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia tidak dipangkas semuanya. Apalagi ini menyangkut program pimpinan daerah dalam mengembangkan sumber daya manusia, sehingga mampu bersaing di era globalisasi ini. (ham)