Terus Bertambah, Angka Kesembuhan Ternak Terjangkit PMK di Lobar

0
Aparat kepolisian bersama Tim Kesehatan Hewan LOBAR turun melakukan penanganan ternak terjangkit PMK di Lobar dengan melakukan vaksinasi. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Barat (Lobar) relatif bisa dikendalikan. Menyusul tingkat kesembuhan ternak PMK terus bertambah. Jumlah hewan yang dinyatakan sembuh dari PMK mencapai 10 ribu ekor lebih.

Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho, S.I.K., menjelaskan perkembangan PMK di Lobar ini, memang terjadi peningkatan hewan ternak yang terjangkit, namun peningkatan angka kesembuhan juga mengiringinya.  “Sehingga untuk menekan angka penyebaran baru PMK ini, dengan cara meningkatkan langkah-langkah pencegahan,”  ungkapnya, Senin, 18 Juli 2022.

Berdasarkan data di Posko Operasi Aman Nusa II 2022 Polres Lobar, per 17 Juli 2022 total hewan ternak terjangkit sebanyak 14.474 ekor atau 8,20%  dari populasi dari 176.488 ekor populasi ternak yang ada di Lobar.

“Namun ini juga diikuti oleh meningkatnya hewan ternak yang sembuh, mencapai 10.398 ekor atau 71 persen lebih, sedangkan hewan ternak yang mati secara keseluruhan tercatat 13 ekor atau 0,01% dan potong paksa sebanyak 6 ekor atau 0,003%,” terangnya.

Untuk hewan ternak yang sembuh meningkat pesat sebanyak 75 ekor dari hari sebelumnya, demikian juga angka kematian  terjangkit yang mati tidak mengalami perubahan, shingga, dalam penanganannya selain melakukan tindakan berupa mengobati hewan ternak yang sakit, juga menggenjot terkait langkah pencegahan. “Seperti vaksinasi kepada hewan ternak yang sehat, pemberian vitamin, hingga penyemprotan disinfektan di kandang kolektif maupun kandang perorangan warga,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mewaspadai terkait penyebaran PMK di wilayahnya, dengan melakukan penyekatan kewan ternak melalui Posko Ops Aman Nusa II. Antara lain Posko Pelabuhan Gilimas lembar dan Posko Pelabuhan PT. ASDP Cabang Lembar.

Di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), kasus penyebaran PMK mulai melandai. Masifnya upaya pengobatan dan vaksinasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan aparat terkait lainnya di bawah jadi salah satu faktor pendukung. Hingga saat ini kasus sebaran PMK tercatat hanya di tiga kecamatan saja.

Kepala Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman PN., saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 18 Juli 2022, menyebut, angka sebaran harian kasus PMK sekarang ada diangka 470 kasus. Tapi hanya di tiga kecamatan saja, yakni  Kecamatan Praya Barat, Jonggat serta Kecamatan Pujut. “Sedangkan di kecamatan lain sudah nol alias tidak ada penularan lagi sejak beberapa hari terakhir,”  jelasnya.

Tidak hanya itu, tingkat kesembuhan ternak terjangkit PMK juga terus meningkat. Dari sekitar 25 ribu ternak terkangkit PMK, ternak yang sudah sembuh mencapai di atas 22 ribu, masih ada sekitar 3.600 ternak yang masih sakit dan ini akan terus dilakukan pengobatan.

Meski kasus penyebaran PMK pada ternak sudah melandai Arman -sapaan akrab Kepala Dinas Pertanian Loteng ini menegaskan untuk pembukaan kembali pasar hewan sejauh ini masih belum bisa dilakukan. Dengan kata lain penutupan pasar hewan sesuai instruksi pemerintah pusat dan provinsi masih akan berlanjut sampai batas waktu belum ditentukan. Pasalnya semua pasar di pulau juga masih ditutup, sampai ada instruksi lebih lanjut.

Ada pun soal vaksinasi PMK sejauh ini terus berjalan. Bahkan Loteng termasuk yang paling tinggi capaian vaksinasi sudah mencapai 1.300 dosis dan masih akan berlanjut. Di mana sebelumnya pemerintah pusat telah menyiapkan sekitar 3 ribu dosis vaksin PMK bagi Loteng. Vaksinasi tetap akan menyasar daerah yang masih bebas PMK. (her/kir)