Sarana Olahraga di Gerung Terbengkalai

0
Kondisi fasilitas olahraga di pinggir jalan jalan utama Kota Gerung, Lombok Barat ini terbengkalai. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Beberapa tahun lalu, kawasan Gerung, Lombok Barat selalu ramai oleh kegiatan warga terutama pemuda pemudi yang melakukan aktivitas olahraga di fasilitas olahraga yang berada di jalan Gatot Subroto. Namun kini, kondisi sarana dan sejumlah fasilitas olahraga di daerah ibu kota Gerung itu terbengkalai dan tidak terurus.

Sarana olahraga yang berada dekat sekolah dan pinggir jalan utama itu banyak ditumbuhi rumput liar, bahkan sebagian fasilitas dan gedung dimanfaatkan untuk kegiatan lembaga lainnya.

Fasilitas olahraga ini banyak ditumbuhi rumput  ilalang.  Lapangan olahraga yang dilengkapi dengan fasilitas, panjat tebing, bola, basket, lompat lompat jauh dan bulu tangkis ini, dulunya satu kesatuan dengan bekas SMA Olahraga namun kini sudah berubah menjadi SMA 2 Gerung yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Tidak hanya itu, kawasan ini pun dulunya adalah gedung Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajaran (PPLP) Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lobar, Drg H. Arbain Ishak, menjelaskan kalau kawasan sarana olahraga tersebut bukan lagi milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, setelah perpindahan sekolah SMA menjadi milik Provinsi. “Kalau sarana yang ada di SMA itu sudah pindah tanggungjawab ke Provinsi, ” katanya saat dikonfirmasi, Senin, 18 Juli 2022.

Sementara itu untuk sarana olahraga di asrama PPLP, saat ini sudah tidak dimanfaatkan lagi, karena gedung tersebut sudah dimanfaatkan oleh Bawaslu dan sekretariat mahasiswa Lombok Barat. Sehingga kedepannya, pihak dari Dispora sedang berusaha untuk mencari pengganti lokasi untuk pelatihan dan kegiatan PPLP. “Memang ada rencana kita mau pindahkan karena sekarang PPLP tersebut sudah dipakai oleh Bawaslu sama forum mahasiswa, ” tegasnya.

Sementara itu dari catatan kepemilikan aset, Kepala BPKAD Lombok Barat, Fauzan Khusniadi mengatakan,  kalau aset tempat saran olahraga tersebut masih masuk dalam aset Kabupaten Lombok Barat. “Lobar punya aset, untuk pemanfaatan ada di Dispora,” katanya. (her)