Lahan Dikuasai Oknum Warga, Retribusi Parkir Tak Masuk Pendapatan RSUD Bima

0
Lahan parkir RSUD Bima yang dikuasai oknum warga. Retribusi parkir selama ini ternyata tidak menjadi salahsatu pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Retribusi parkir selama ini ternyata tidak menjadi salahsatu pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Pasalnya lahan-lahan parkir dikelola serta dikuasai oknum warga.

“Retribusi parkir selama ini, tidak masuk ke kas RSUD Bima karena dikelola oknum warga,” kata Direktur RSUD Bima, drg. Ihsan M.PH, kepada Suara NTB.

Selain tidak menjadi pendapatan atau pemasukan RSUD Bima, lanjut dia, hasil retribusi parkir juga tidak masuk ke kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima sebagai pemilik RSUD. Hal tersebut bahkan sudah berlangsung lama.

“Masuknya ke kas Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dan oknum warga yang menguasai lahan,” ujarnya.

Ihsan mengatakan dirinya pernah berkoordinasi dengan Pemkot Bima  menyampaikan agar lahan parkir di RSUD Bima dikelola bersama-sama secara profesional. Hanya saja, hal itu belum ditemukan solusinya sampai saat ini. “Kita sudah meminta agar lahan parkir dikelola bersama agar lebih profesional. Tapi sampai saat ini belum ada titik temu,” katanya.

Ia mengeluh, karena dikelola oleh oknum warga, tamu-tamu yang berkunjung ke RSUD Bima juga kerap dimintai parkir. Bahkan sebagian pegawainya yang belum dikenal oleh juru parkir juga akan dimintai atau dikenakan tarif parkir. “Hal ini kami sempat ditegur orang pusat saat berkunjung ke RSUD Bima yang dimintai tarif parkir,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima, Drs. M. Farid M.Si, mengakui RSUD Bima menjadi salahsatu area lahan parkir Pemkot Bima. Hanya saja, hasilnya tidak masuk ke kas karena dikuasai oknum warga. “Masuk lokasi lahan parkir, tapi hasilnya tidak disetor ke kas daerah,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya pernah berupaya melakukan penertiban berkali-kali agar dikelola dengan baik. Selain itu juga melakukan pembinaan hingga penindakan. Hanya saja upaya, tersebut tidak membuahkan hasil. “Sudah sering kita tertibkan, bina dan tindak. Tapi tetap diabaikan begitu saja,” ujarnya singkat. (uki)