Kunjungan Wisatawan Menurun karena Tiket Pesawat Mahal

0
I Gede Wiska. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berkurangnya kunjungan wisatawan ke Kota Mataram nampaknya memang harus dimaklumi. Mahalnya harga tiket pesawat mau tidak mau jelas akan mempengaruhi keinginan orang untuk berwisata. Sedangkan dari pihak maskapai sendiri, tidak ada pilihan selain mendongkrak harga tiket sebagai imbas naiknya harga avtur atau bahan bakar pesawat terbang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, S.Pt., yang dimintai komentar terkait menurunnya kunjungan wisatawan ke Mataram, berujar bahwa kondisi ini tidak hanya dialami oleh Kota Mataram. Kondisi yang sama juga terjadi di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Pasalnya, kenaikan harga tiket pesawat ini terjadi secara nasional.

Wiska membantah menurunnya kunjungan wisatawan ke Mataram karena dipengaruhi kebijakan harus booster. ‘’Kita di bawah pusat ini harus mengikuti kan. Mau ndak mau kita harus ikuti. Dampak ini kan ndak hanya booster itu saja. Itu juga terkait mahalnya tiket pesawat,’’ katanya kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Senin, 18 Juli 2022.

Mahalnya harga avtur, lanjut Wiska membuat harga tiket pesawat melambung. ‘’Bali – Lombok aja Rp1 juta-an. Kemudian Surabaya lumayan. Begitu juga Jakarta – Lombok lumayan tinggi. Batik Air saja Rp1,7 juta harganya yang seharusnya Rp900-an kemarin-kemarin,’’ terang politisi PDI Perjuangan ini.

Sedangkan terkait kebijakan booster untuk penumpang transportasi darat, laut dan udara mulai tanggal 17 Juli, Wiska melihat kebijakan pemerintah pusat ini lebih kepada bagaimana memproteksi kesehatan masyarakat. ‘’Ini kan tujuannya untuk keselamatan bersama,’’ cetusnya.

Naiknya kasus varian baru, di Jakarta sudah hampir 2.500 kasus per hari. Secara nasional, kasus harian sudah mulai meningkat. ‘’Selama ini kan kita selalu menyalahkan. Faktanya kan hari ini, kemarin lumayan tinggilah terbebaskan dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Korea Utara yang terpaksa harus lock down lagi,’’ ungkapnya.

Oleh karena itu, anggota dewan dari Dapil Sandubaya ini mengimbau kepada masyarakat agar melakukan vaksinasi booster. Di sisi lain, Wiska juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk menggencarkan capaian vaksinasi booster. Mengingat capaian vaksin ketiga ini terbilang masih rendah.

Dia menyayangkan masih ada anggapan yang keliru di masyarakat, bahwa vaksin cukup dilakukan dua kali. (fit)