Kecewa Jalan Rusak, Warga Tiga Dusun Tanam Pisang Blokir Jalan

0
Warga tiga dusun di Desa Sokong memblokir jalan karena tak kunjung diaspal. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Warga tiga dusun yakni Dusun Murjumeneng, Dusun Murnangga dan Dusun Betumping, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, menggelar aksi blokir jalan dengan menanam pisang di ruas jalan penghubung Murjumeneng – Dusun Onggong (Desa Teniga). Aksi itu merupakan puncak kekecewaan warga karena ruas jalan penghubung dua desa itu tidak mendapat intervensi pemerintah daerah.

Informasi yang diperoleh, aksi dilakukan sekitar 70 orang perwakilan warga tiga dusun. Selain warga, Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara, Artadi, S.Sos, Kabid Binamarga Dinas PUPR KLU, Bambang Gunawan, ST., Kepala Desa Sokong, Sutiadi, Babinsa, Sertu Abdurrahman, Babinkamtibmas,.Bripka Kurniawan, dan sejumlah tokoh masyarakat terlihat di lokasi aksi tanam pisang.

Aksi tanam pisang dilakukan warga sekitar pukul 08.00 Wita, masyarakat dari ke tiga dusun berkumpul dan mulai menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang telah digusur. Satu setengah jam berikutnya, Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas tiba di lokasi pemblokiran jalan tersebut. Disusul setengah jam kemudian, Ketua Komisi III tiba di lokasi pemblokiran jalan.

Tokoh Masyarakat Desa Sokong, Sukito, menegaskan aksi tersebut dilakukan warga sebagai wujud ketidakpuasan masyarakat atas penggusuran jalan dan informasi perpindahan anggaran pengerjaan jalan tersebut. Warga tiga dusun bahkan meminta pertanggung jawaban Pemda terhadap tanah warga yang sudah dibebaskan namun tidak diaspal karena merusak banyak tanaman dan pipa air bersih.

“Mengapa pemindahan pengerjaan jalan sepanjang 300 meter dilakukan, sementara jalan yang sudah disiapkan tidak diaspal,” tanyanya.

Senada itu, Tokoh Pemuda, Heru menyayangkan tidak adanya sosialisasi dari pemerintah sebelum melakukan pengerjaan jalan. Terlebih, masyarakat menerima informasi terdapat perbedaan besaran anggaran yang tertulis di papan pengerjaan jalan dengan penyampaian Kabid Bina Marga sehingga adanya selisih anggaran.

“Masyarakat tiga dusun akan tetap menutup jalan apabila jalan yang sudah disiapkan tidak segera diaspal,” cetusnya.

Menanggapi itu, Kepala Desa Sokong, Sutiadi, menyampaikan dukungan terhadap keinginan masyarakat. Namun demikian, menurut dia, setiap aspirasi harus melalui prosedur yang ada dengan melakukan hearing ke DPRD KLU, sehingga DPRD dapat menghadirkan instansi terkait.

“Kami meminta kepada semua masyarakat agar dapat mengontrol diri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Kades mengklaim, pengerjaan jalan ini telah dilakukan sosialisasi namun perwakilan dari masyarakat tidak ada yang hadir. Ia berharap, agar seluruh masyarakat tiga dusun dapat mengawal aspirasi pembangunan jalan tersebut.

 Sementara, Kepala Bidang Bina Marga – Dinas PUPR KLU, Bambang Gunawan, ST., mengutarakan setiap ruas jalan memiliki beberapa klasifikasi ruas. Apakah masuk ruas jalan nasional, ruas jalan kabupaten, atau ruas jalan desa strategis. ‘’Anggaran jalan ini sebesar Rp6,157 milar dengan panjang 2,8 KM dengan kontrak (tender) Rp 6,034 miliar,” kata Bambang.

Adapun alasan pengerjaan jalan sepanjang 300 meter tersebut, sambungnya sebagai pemantik sehingga anggaran dari pusat dapat dicairkan. Dalam proses pengerjaannya, lahan warga terkena penggusuran untuk jalan dengan alasan untuk memudahkan pendistribusian material ke lokasi. “Untuk pipa yang rusak, akan diganti,” imbuhnya. (ari)