Jasa Pelayanan Penumpang di BIZAM Naik

Praya (Suara NTB) – Terhitung mulai Sabtu, 16 Juli 2022, tari Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Services Charge (PSC) di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) resmi naik sebesar Rp 46.650. Dari sebelumnya sebesar Rp. 60.000 menjadi Rp. 106.650 untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk penerbangan internasional dari Rp 200.000 menjadi Rp250.860 atau naik Rp 50.860.

Stakeholder Relations Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) Arif Hariyanto, kepada Suara NTB, Senin, 18 Juli 2022, mengatakan, pada dasarnya penyesuaian tarif PJP2U tersebut dilakukan atas investasi yang telah dilakukan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun sebelumnya. Sebagai upaya peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa bandara.

Disatu sisi PT. AP I LIA selama tahun 2020-2021 telah menginvestasikan anggaran cukup besar. Guna membiayai beberapa pengembangan BIZAM yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para pengguna jasa tersebut. Mulai dari perluasan terminal penumpang, perpanjangan dan peningkatan daya dukung runway, pengembangan fasilitas kargo, pekerjaan penataan pengunjung dan terminal parkir, serta perluasan apron barat dan perbaikan fasilitas penunjang lainnya.

Dengan total investasi yang telah dikeluarkan secara keselurahan mencapai sebesar Rp 1,6 triliun. Di mana investasi untuk layanan yang berhubungan dengan PJP2U menghabiskan hingga Rp 354,8 miliar. “Penyesuaian PJP2U ini dilakukan berdasarkan investasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Jadi tidak serta merta dilakukan,” terang Arif.

Tarif PJP2U BIZAM sendiri sudah cukup lama tidak dilakukan penyesuaian.Terakhir dilakukan pada 1 Januari 2017. Artinya sudah sekitar lima tahun tarif PJP2U lama berlaku. Di mana penyesuaian tarif PJP2U ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan dengan telah selesainya proyek perluasan bandara eserta fasilitas penunjangnya selama masa pandemi Covid-19 lalu.

Dan, tidak hanya BIZAM saja yang tarif PJP2U-nya naik. Beberapa bandara di daerah lain juga mengalami hal yang sama. Meski besaran kenaikanya tarif PJP2U-nya tidak seragam.

Disinggung kenaikan tarif PJP2U tersebut apakah berdampak pada jumlah penumpang, karena kenaikan tarif PJP2U berdampak pada naiknya harga tiket pesawat, Arif mengaku sejauh ini belum terlihat. Saat ini rata-rata penumpang pesawat terbang di BIZAM masih pada kisaran 6 ribu orang perhari.

“Bicara dampak kenaikan PJP2U sampai kini belum kita lihat. Karena memang jumlah penumpang di BIZAM cebderung stabil diangka 6 ribu orang perhari sejak beberapa bulan terakhir,” tutupnya. (kir)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

0
Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19 Agustus 2022, wisatawan kelahiran Israel berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di ketinggian 150 meter dari Puncak...

Latest Posts

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...

Dispora NTB Usulkan Porprov NTB Ditunda

Mataram (Suara NTB) - Rencana KONI NTB menggelar Pekan...