BPBD Loteng Mulai Droping Air Bersih

0
Ridwan Makruf (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) РMusim kemarau mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Terutama masyarakat di tiga kecamatan di wilayah Loteng bagian selatan seperti Kecamatan Pujut, Praya Barat dan Praya Barat Daya yang kini mulai kesulitan air bersih.  Hal ini mengurangi beban masyarakat terdampak kekeringan tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng juga sudah mulai mendroping air bersih ke daerah terdampak.

“Sejauh ini sudah sekitar 15 tangki air bersih yang kita salurkan ke beberapa daerah yang terdampak kekeringan,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Loteng H.Ridwan Makruf, kepada wartawan, Senin, 18 Juli 2022.

Dalam hal ini, pihaknya, menggandeng PDAM Praya untuk membantu droping air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan. Pasalnya, BPBD Loteng tidak memiliki armada khusus pengangkut air bersih, sehingga menyerahkan penyaluran air bersih ke PDAM. “Karena memang mereka (PDAM Praya) punya sumber daya. Kalau kita belum ada armada untuk menyalurkan air bersih. Dan kita sudah ada MoU dengan PDAM terkait hal ini,” terangnya.

Ridwan menjelaskan, BPBD Loteng melakukan droping air bersih berdasarkan permintaan yang masuk. Jadi begitu ada desa atau masyarakat yang minta air bersih, BPBD Loteng tinggal meminta PDAM Praya menyalurkan ke lokasi sasaran, karena BPBD Loteng tidak bisa begitu saja menyalurkan air bersih jika tidak ada permintaan dari masyarakat.

Terlebih ketersediaan anggaran untuk penyaluran air bersih dalam hal ini terbatas. Di mana pihaknya sejauh ini hanya punya anggaran cukup untuk sekitar 200 tangki air bersih, sehingga penyaluran air bersih harus selektif sesuai permintaan yang masuk serta memang ditujukan untuk kepentingan orang banyak.

“BPBD Loteng tidak melayani permintaan air bersih yang¬† bersifat personal. Hanya untuk keperluan orang banyak saja. Dan, bantuan air bersih ini gratis,” ujarnya.

Masih Siaga Kekeringan

Lebih lanjut Tuan Gabus – sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Loteng ini, menjelaskan, meski kekeringan sudah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, namun sampai saat ini status Loteng masih siaga kekeringan. Belum sampai pada status darurat kekeringan. Walaupun pemerintah pusat sudah meminta penetapan status darurat kekeringan segera dilakukan.

“Status kita masih siaga kekeringan. Tapi kemungkinan tidak lama lagi status darurat kekeringan seperti permintaan BNPB segera kita lakukan. Hal ini penting untuk memudahkan Loteng mendapat bantuan anggaran penanganan bencana dari pemerintah pusat,” jelasnya. (kir)