Angkat Potensi Wisata, Desa Penimbung Bangun Jalur Track Sepeda Sepanjang 2,7 Kilometer

Giri Menang (Suara NTB) – Desa Penimbung Kecamatan Gunungsari Lombok Barat memiliki potensi alam dengan hamparan sawah, ditopang saluran irigasi Bendungan Meninting yang bisa menjadi daya tarik untuk dikembangkan. Potensi itu, didukung pula oleh budidaya perikanan.

Semua potensi ini pun ditangkap oleh pihak Pemerintah Desa setempat dengan membangun jalur sepanjang 2,7 kilometer yang diperuntukkan juga untuk track sepeda. Sejauh ini, jalur track sepeda ini sudah tuntas dibangun hampir setengahnya.

Kades Penimbung Abdul Haris mengatakan potensi di desanya adalah perikanan dan pertanian. Selain itu, ada potensi alam yang masih alami yang bisa dikembangkan untuk wisata. “Menangkap peluang wisata desa ini, kami membuka jalan sepanjang 2,7 kilometer.

Itu khusus juga untuk jalur track sepeda,” terang dia akhir pekan kemarin. Pihaknya membuka jalur track untuk pesepeda itu, setelah track itu selesai dibangun tinggal 50 persennya. Jalur itu ditarget selesai pada tahun 2023-2024 mendatang. “Kami akan bangun bertahap,” jelas dia.

Pihaknya membangun jalan itu dari berbagai bantuan, baik dari Pemda Lobar dan program aspirasi dewan baik provinsi maupun kabupaten. Dibantu oleh anggota DPRD NTB Lalu Ahmad Ismail, Anggota DPRD Lobar Tarmizi, DPRD NTB, H Umar Said dan DAK dari Pemda. Beberapa hari lalu, jalan itu telah ditinjau oleh Bupati Lobar H Fauzan Khalid. “Sudah ditinjau oleh Pak bupati,” kata dia.

Terkait DD, desanya memperoleh Rp1,3 miliar ditambah ADD sebesar Rp626 miliar sehingga totalnya Rp1,9 miliar. DD tidak bisa dikotak katik karena dialokasikan untuk program BLT 40 persen, 20 persen ketahanan pangan dan PPKM 8 persen. Sedangkan sisanya 32 persen untuk penanganan program desa.

Sejauh ini, realisasi dari BLT sudah disalurkan bulan 9. Karena pihaknya menyalurkan per tiga bulan dengan penerima sebanyak 161 KPM. Sedangkan untuk program ketahanan pangan belum semua dieksekusi. Realisasinya mencapai 90 persen, karena yang belum tersalurkan adalah tata boga. “Tinggal kita salurkan tata boga,” imbuh dia. Sedangkan untuk PPKM 8 persen, Pihaknya belum eksekusi karena kondisi covid-19 sejauh ini melandai. “Kalau PPKM 8 persen itu belum kita eksekusi karena covid-19 melandai sekarang,” imbuh dia. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

KEK Diharap Kembangkan Kawasan Ekonomi Daerah

0
Mataram (Suara NTB) - Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H....

Latest Posts

KEK Diharap Kembangkan Kawasan Ekonomi Daerah

Mataram (Suara NTB) - Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi...

Petani Porang di Sekotong Tengah Keluhkan Ruas Jalan Rusak

Akibat jalan rusak di wilayah terisolir Dusun Serero Desa...

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba...

Polisi Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan

Mataram (Suara NTB) - Polresta Mataram mengaku sudah menerima...