Anggota DPRD KLU Belum Kembalikan Kerugian Daerah

Tanjung (Suara NTB) – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), kembali digeruduk massa lintas LSM, Senin, 18 Juli 2022. Aksi massa dapat memaksa Sekretaris DPRD, H. Kartady Haris, SH., untuk mengakui dan menandatangani (cap stempel Sekretariat) nama-nama anggota Dewan aktif yang belum mengembalikan kerugian daerah.

Aksi massa kemarin merupakan bentuk protes terhadap fakta adanya temuan kerugian daerah di tubuh lembaga yang terhormat itu. Mereka bahkan sudah pernah menggelar konferensi pers sebelumnya, menunjuk dugaan penyelewengan pokir oknum anggota Dewan. Di saat bersamaan, mereka menyayangkan adanya keterlibatan kolektif anggota DPRD Lombok Utara dalam penyalahgunaan perjalanan dinas luar daerah sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK).

Massa aksi seolah tidak terima dengan fakta sisa waktu 60 hari (berakhir 12 Juli) batas pengembalian kerugian daerah yang diamanatkan BPK Perwakilan NTB. Salah satu orator, Hamdan, membacakan nama-nama para dewan yang belum membayar, tidak dibantah oleh Sekwan. “Kalau memang betul, kami ingin bapak menandatangani (dua) lembar ini. Distempel juga pak,” pinta massa.

Mendapat desakan tuntutan massa itu, Kartady lantas tidak bisa mengelak. Ia tak ragu menandatangani dan menstempel hardcopy nama-nama mantan dewan yang masih berutang pada kas daerah tersebut. “Benar, ini adalah daftar nama yang belum lunas,” ucap Kartady.

Terpisah, salah satu dewan yang belum mengembalikan kerugian daerah, Nrs, saat dikonfirmasi koran ini mengakui belum mengembalikan. Namun demikian, ia tegas akan mengembalikan dalam waktu dekat. Sebab baginya, jumlah piutangnya ke kas daerah tidak besar, masing-masing Rp3 juta tahun 2020, dan Rp1,8 juta di tahun 2021.

Tanggungjawab Moril

Ketua DPRD KLU, Nasrudin, SH.I., menanggapi serius temuan kerugian daerah yang merupakan  kewajiban pimpinan dan anggota DPRD untuk melunasinya. Menurut dia, isu yang disampaikan lintas LSM dalam orasi kemarin memiliki pertanggungjawaban moral dan menjadi pertaruhan lembaga DPRD Lombok Utara.

“Boleh-boleh saja LSM mengungkap informasi publik selama masih diragukan keakuratannya. Dan secara moral, lembaga DPRD menjadi pertaruhan atas isu yang disampaikan oleh para pendemo,” tegas Nasrudin kepada Suara NTB di ruang kerjanya usai aksi demo.

Ia tak canggung menyebut, terkuaknya isu utang piutang sejumlah anggota DPRD dengan kas daerah yang ramai di publik, menjadi pembelajaran bagi tiap individu pengemban amanat rakyat. Terlebih lagi, LSM dan massa aksi demo, menyodorkan data nama-nama Dewan yang berasal dari fraksi berbeda.

“Tentu kita dituntut untuk perbaiki kinerja, individu maupun kolektif fraksi. Supaya ini menjadi pembelajaran, jangan terulang lagi di tahun yang akan datang,” pintanya. Ketua Dewan tak membantah saat ditanya modus isu yang dijalankan oleh oknum anggota dewan. Salah satunya mengenai “permainan” kamar hotel tempat menginap.

Secara gamblang, politisi Partai Gerindra ini menyebut, jika tarif kamar hotel tempat menginap pimpinan dan anggota dewan berbeda. Berdasarkan Standar Satuan Harga (SSH) yang diatur Perbup, pimpinan Dewan berhak atas kamar hotel seharga maksimal Rp4,5 juta, sedangkan SSH kamar hotel anggota Rp1,5 juta.

“Kalau memang tarif hotel diberi tarif Rp3 juta, ya nginap di Rp3 juta. Jangan (pula) nginap di hotel berbeda, biar lebih gampang diurus oleh pendamping,” cetusnya. “Harapan saya, ini jangan terulang lagi, ini moril sebagai pilihan rakyat,” pungkas Nasrudin. (ari)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

0
Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat 1,718, 32 gram dan sabu seberat 1,385, 47 gram dalam kurun waktu...

Latest Posts

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba...

Polisi Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan

Mataram (Suara NTB) - Polresta Mataram mengaku sudah menerima...

Kemendikbudristek dan Polda NTB Luncurkan Sekolah Satu Atap di Teluk Gok

Mataram (Suara NTB) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Mahasiswa KKN Temukan Banyak Kasus Anak di Bawah Umur

Tanjung (Suara NTB) - Mahasiswa Universitas 45 Mataram yang...