UTS Boyong Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka Rp1,430 Miliar

0
Tim Kemenristekdikti bersama tim UTS.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Program Kompetisi Kampus Merdeka atau disingkat PK-KM adalah salah satu program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI dalam mendukung kebijakan kampus merdeka. PKKM ini merupakan program kompetisi terbuka dengan sistem seleksi berkelompok. Anggaran program kompetisi kampus merdeka ini mencapai 415 Miliar untuk 142 perguruan tinggi yang lolos.

Kabar baiknya Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa berhasil Lolos dalam Kompetisi tersebut dengan total anggaran yang diterima sebesar Rp. 875.000.000 dan di tingkat institusi yang disebut Institusional Support System (ISS) , UTS juga mendapatkan pendanaan sebesar Rp. 555 juta. Jadi total anggaran yang diterima senilai Rp. 1,430 miliar.

Skema Pengajuan Program PK-KM dapat mencakup program studi dan program di tingkat institusi yang diutamakan untuk sistem pengelolaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau disebut Institutional Support System (ISS) – MBKM. Pada tataran institusi, PK-KM ISS-MBKM secara khusus ditujukan untuk memperkuat tata kelola MBKM dan memfasilitasi implementasi kampus merdeka untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi yang dilaksanakan di seluruh program studi. Pada tataran Program Studi (PS), program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu PS melalui penguatan relevansi dan peningkatan inovasi pendidikan tinggi untuk merespon dan mengantisipasi perkembangan IPTEK di masa depan

Oleh karena itu, setelah dilaksanakannya kegiatan evaluasi administrasi dan seleksi kualitas serta kelayakan Proposal Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) Tahun 2022 dan dinyatakan lolos, maka selanjutnya dilaksanakan kegiatan Verifikasi Kelayakan Proposal Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) Tahun 2022 Batch V pada 12 – 14 Juli 2022 di Tanggerang.

Beberapa dosen yang menjadi tim untuk mewakili penerimaan Bantuan PK-KM 2022 ini, Yaitu Nova Adhitya Ananda, M.M sebagai Ketua Task Force ISS UTS, dengan anggota Desi maulidyawati, M.Pd, selanjutnya Muhammad Nur Fietroh, M.Sc sebagai Ketua Taskforce Prodi Manajemen UTS dengan Muhammad Nurjihadi, M.Si sebagai Anggota Taskforce Prodi Manajemen UTS serta Diah Anggraeni Hasri, M.Sc dan Serli Oktapiani, M.M yang turut hadir mendampingi guna membantu kelengkapan teknis dan administratif. Adapun beberapa orang yang menjadi Evaluator dari Kemristekdikti yaitu Arief Rahman Ibrahim, Fransisca Endang Lestariningsih dan Dedy Supriyadi. Acara tersebut berjalan dengan sukses dan lancar.

 “Semoga kedepannya akan banyak berita baik untuk Kampus kita Universitas Teknologi Sumbawa terkhususnya Fakultas Ekonomi & Bisnis dan Program Studi Manajemen, dan tentunya prodi-prodi lainnya. Kita mengupayakan agar program ini bisa berjalan sukses, sehingga di tahun mendatang kita bisa memperoleh dana hibah serupa tanpa harus mengajukan proposal lagi,” tutur Fietroh, Sabtu lalu.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D memberikan apresiasi kepada Tim Prodi Manajemen dan ISS yang telah berhasil memperoleh hibah tersebut. “Kita tahu program Kampus Merdeka memberikan efek yang sangat baik bagi dunia kampus, memicu lebih banyak lagi kreatifitas dan inovasi dibidang pendidikan. Melalui program PK-KM ini kami berharap bisa memberikan hasil maksimal, sesuai dengan visi PK-KM itu sendiri yakni meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas dosen pendidikan tinggi, dan meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Selamat kepada semua,” pungkas Rektor. (arn)