Petani KLU Panen Umbi Porang Seberat 51 Kg

0
Umbi porang hasil panen petani di KLU, Minggu, 17 Juli 2022.(Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Petani Porang di Lombok Utara (KLU), khususunya Desa Senaru patut sumringah. Betapa tidak, produksi umbi Porang tergolong luar biasa dengan catatan berat sebutir umbi mencapai puluhan kilogram.

Sardi, salah satu petani porang di Desa Senaru, dalam postingan status What’s App nya, Minggu, 17 Juli 2022, menunjukkan sebutir umbi Porang dengan ukuran lumayan. Umbi Porang tersebut, terlihat didudukkan di atas timbangan duduk. Tertera berat penimbangan umbi tersebut mencapai 51 Kg.

“(Produksi) Petani pak. Banyak di sini,” jawab Sardi saat dikonfirmasi. Ia membenarkan, saat media ini menegaskan apakah yang ditimbang itu umbi Porang ataukah komoditas umbi-umbian sejenis. “Ya,” katanya menjawab penegasan bahwa umbi tersebut adalah umbi Porang.

Sardi berharap, ke depan kelompok tani (Porang) Senaru Mandiri, lebih berhasil dalam budidaya Porang. Ia sendiri optimis, usai mendapat pendampingan dari PT. Astra Internasional melibatkan guru besar Unram, Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D.

Ketua Koperasi Berkah Gumi Lombok, sekaligus Koordinator P3N Lombok Utara, Putra Anom, yang dikonfirmasi mengaku umbi dengan berat tersebut belum masuk ke lahan sentra pengolahan. Namun demikian, ia sekilas mencermati jika bentuk kulit luar umbi tersebut, memperlihatkan umbi terdebut bukan Porang.

“Belum masuk ke lahan (sentra olahan). Tapi kalau saya perhatikan dari bentuk dan corak pada kulitnya, itu bukan Porang, itu iles-iles,” katanya. Tidak kali ini saja, Putra Anom sebelumnya pernah menjumpai komoditas serupa dengan bobot berat yang tidak biasa. ” Tahun 2015, dua umbi saya dapat, beratnya 35 kg dan 42 kg,” imbuhnya.

Mengutip laman Wikipedia, iles-iles atau coblok dengan nama latin, Amorphophallus muelleri Bl, adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan. Anggota genus Amorphophallus ini masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur, iles-iles sering kali dirancukan dengan kedua tanaman tersebut. (ari)