Penduduk Miskin di Kota Bima Bertambah

0
H. Muhammad Lutfi.(Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Jumlah penduduk miskin di Kota Bima setiap tahun terus bertambah. Hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah harta kekayaan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE, yang tiap tahun merangkak naik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima, angka kemiskinan atau jumlah penduduk miskin tahun 2021 mencapai 16.220 jiwa. Dibandingkan tahun 2020, yang mencapai sekitar 14.660 jiwa. “Jumlah penduduk miskin di Kota Bima tahun 2020 sekitar 14.660 jiwa, sementara tahun 2021 terjadi kenaikan 16.220 jiwa,” kata Kepala BPS Kota Bima, Ir. Peter Willem belum lama ini.

Lebih lanjut Peter mengatakan persentase penduduk Kota Bima yang dikategorikan miskin juga meningkat. Pada tahun tahun 2020, mencapai 8,35 persen, sedangkan pada tahun 2021 terus bertambah menjadi 8,88 persen.

“Naiknya jumlah dan persentase penduduk miskin tidak hanya terjadi di Kota Bima. Namun hal yang sama juga terjadi di seluruh Kabupaten dan Kota di NTB,” katanya.

Ia menjelaskan, terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin yang berada di bawah garis kemiskinan. Kata dia, garis kemiskinan merupakan jumlah rupiah minimum perkapita perbulan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar baik makanan maupun non makanan.

“Garis kemiskinan perkapita perbulan di Kota Bima pada tahun 2020 sekitar Rp383.161, sementara tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi Rp399.193,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan bahwa baik Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kota Bima tahun 2021 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2020. Dengan begitu, mengindikasikan semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan. “Angka indeks kedalaman kemiskinan tahun 2020 sebesar 0,60 menjadi 1,12 tahun 2021,” ujarnya.

Sementara indeks keparahan kemiskinan yang meningkat menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran pada kalangan penduduk miskin semakin jauh, walaupun tidak separah tahun 2018 dan 2019. Nilai indeks keparahan kemiskinan di Kota Bima berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2020 sebesar 0,12 dan menjadi 0,21 pada tahun 2021.

“Hal yang paling besar yang mengakibatkan kenaikan angka kemiskinan di Kota Bima, terjadi karena adanya covid-19,” ujarnya.

Sementara berdasarkan data yang ditelusuri Suara NTB, di website resmi elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE yang dilaporkan ke  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus merangkak naik setiap tahun.

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) harta kekayaan Walikota tahun 2021 mencapai Rp5.3 miliar. Jumlah kekayaannya naik setengah miliar lebih dibanding tahun 2020 sebesar Rp4,7 miliar.

Pada tahun 2019 harta kekayaannya hanya sebesar Rp3.7 miliar kemudian tahun 2018 Rp3 miliar lebih, sedangkan tahun 2017 hanya mencapai Rp2,6 miliar. (uki)