Operasi Patuh, Knalpot Brong Jadi Atensi

0
Operasi Patuh Rinjani Polresta Mataram.  (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram, tengah memberikan atensi khusus terhadap pemakaian knalpot brong/racing. Selain mengganggu pengguna jalan, penggunaan knalpot tersebut juga melanggar aturan sehingga perlu ditertibkan.

“Kita akan tertibkan penggunaan knalpot brong, khususnya bagi kendaraan roda dua karena sangat mengganggu, bahkan sanksi tilang dan penyitaan tetap akan dilakukan,” ungkap Kapolresta melalui Kasat Lantas Kompol Bowo Tri Handoko, SE,. S.IK, Sabtu, 16 Juli 2022. Apalagi penggunaan knalpot brong melanggar aturan lalu lintas sesuai dengan pasal 285 ayat 1 jo 106 ayat (3).

Dikatakannya, pemakaian knalpot racing tentu melanggar peraturan. Karena selain tidak sesuai standar sebagaimana salah satu persyaratan layak jalan yang harus dipenuhi pengendara. Knalpot racing juga menimbulkan kebisingan sehingga bisa  mengganggu orang lain. Bahkan pengguna knalpot bising juga bisa dikenai sanksi. “Aturannya sudah jelas, setiap orang yang mengemudikan motor di jalan dan tidak memenuhi persyaratan teknis salah satunya knalpot standar, dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda Rp250 ribu,” sebutnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk saling peduli satu sama lain dengan tidak menggunakan knalpot racing. Hal itu dilakukan demi kenyamanan bersama, jika tidak maka sanksinya sudah sangat jelas. Operasi Patuh dengan atensi knalpot racing juga masih dilakukan sehingga pihaknya berharap supaya masyarakat sadar dan tidak menggunakan knalpot tersebut. “Mari saling menghargai hak pengguna jalan raya dengan tidak menggunakan knalpot bising,” tandasnya. Karena dengan tertib berlalu lintas akan menyelamatkan anak bangsa. (ils)