Masyarakat Diminta Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologis

0
Ilustrasi

Mataram (Suara NTB) – Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer di wilayah NTB saat ini, hujan masih menunjukkan pola pertumbuhan awan dengan konveksi lokal.

Prakirawan BMKG NTB Agastya Ardha Chandra Dewi mengatakan, pada hari yang panas dengan kelembaban cukup serta didukung oleh kondisi labil, secara perlahan awan-awan konvektif akan mulai tumbuh pada siang hingga sore hari.

“Berdasarkan pantauan citra radar di Pulau Lombok seringkali (awan konventif-red) ditemukan di kaki gunung Rinjani bagian selatan, di awali dengan munculnya awan cumulus dengan sporadis, dimana kondisi tersebut bersifat lokal,” ujar Agastya Ardha Chandra Dewi dalam keterangannya, Sabtu, 16 Juli 2022.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologis di wilayah NTB dengan selalu memantau informasi terbaru dari BMKG. Bencana hidrometeorologis yang berpotensi terjadi seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, kilat/petir serta pohon tumbang.

Sebagaimana keterangan yang dikeluarkan sebelumnya, wilayah NTB sedang menuju periode puncak musim kemarau di tahun 2022. Namun demikian, pada dasarian II Juli ini, diperkirakan masih ada peluang terjadi hujan dengan katagori rendah yaitu  20 – 50 mm/dasarian yang terjadi di sebagian besar  wilayah di Pulau Lombok, sebagian besar Kabupaten Sumbawa Barat, sebagian Kabupaten Sumbawa, dan Bima dengan besar peluang berkisar 10 – 40 persen.

Hujan dangan intensitas 50-100 mm/dasarian hanya berpotensi terjadi di sebagian kecil wilayah Sekotong, Lombok Barat dengan peluang sebesar 10 – 20 persen.

Jika melihat pada dasarian pertama bulan Juli kemarin, kondisi iklim NTB diwarnai dengan curah hujan yang hampir seluruhnya didominasi kategori rendah (0 – 50 mm/dasarian).Sifat hujan pada dasarian I Juli 2022 di wilayah NTB didominasi kategori Atas Normal (AN), namun sifat hujan Bawah Normal juga terjadi di sebagian Lombok Barat, Lombok Timur, sebagian kecil Sumbawa, dan Bima.

Bencana kekeringan meteorologis yang kerap melanda NTB di musim kemarau terpantau mulai terjadi di sebagian wilayah NTB. Peringatan dini kekeringan meteorologis pada level siaga terdapat di Kecamatan Swela, Kabupaten Lombok Timur.

Sementara itu pada level Waspada terdapat di Kecamatan Bolo dan Wawo Kabupaten Bima, Mataram, Batulayar Kabupaten Lombok Barat, Sambelia Kabupaten Lombok Timur, Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Buer dan Lape Kabupaten Sumbawa, Brang Rea dan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat.

“Masyarakat di NTB dapat memanfaatkan peluang adanya hujan ini dengan melakukan penampungan air guna mengantisipasi bencana kekeringan khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan,” sarannya.

Update kondisi dinamika atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO berada pada kondisi La Nina Lemah (indeks ENSO : -0.66). BMKG memprakirakan ENSO Netral akan berlangsung pada Juli-Agustus-September 2022. Indeks IOD bulan Juni menunjukkan kondisi IOD Negatif diperkirakan kondisi IOD akan cenderung Netral-Negatif hingga Desember 2022.

Potensi  peningkatan pembentukan awan (OLR) di wilayah sekitar NTB diprakirakan akan masih dapat terjadi hingga akhir Juli 2022.  Rata-rata anomali suhu muka laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori hangat yang diprakirakan akan tetap hangat hingga Oktober 2022.(ris)