Kunjungan Wisatawan ke Mataram Mulai Menurun

0
H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah mulai menerapkan aturan vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi pelaku perjalanan dalam negeri. Kebijakan ini telah berdampak terhadap menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ke Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, pemberlakuan vaksinasi dosis ketiga atau booster telah berdampak bagi dunia pariwisata, terutama tingkat kunjungan wisatawan. Kebijakan ini menjadi buah simalakama bagi pemerintah daerah. Pasalnya, aturan pemerintah pusat harus diikuti. “Apapun itu yang terbaik dan akan kita terapkan,” kata Denny dikonfirmasi pekan kemarin.

Tingkat kunjungan wisatawan atau okupansi hotel relatif normal. Meskipun mengalami penurunan dari 75 persen menjadi 55 persen di bulan Juli. Salah satu faktornya adalah penerapan vaksin booster serta mahalnya harga tiket pesawat. Sepengetahuannya, tidak semua masyarakat divaksin booster. Apalagi vaksin dosis ketiga langka, sehingga mempengaruhi minat masyarakat untuk berwisata keluar daerah. “Harga tiket juga mahal, juga jadi dampak penurunan wisatawan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram Drs. I Nyoman Suwandiasa juga menegaskan, paling merasakan dampak dari penerapan vaksinasi booster adalah pariwisata. Pasalnya, tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Di Kota Mataram sendiri sebutnya, cakupan vaksinasi booster baru mencapai 30 persen lebih. “Paling berdampak pasti pariwisata,” kata Nyoman.

Nyoman mengatakan, kebijakan pemerintah pusat harus dilaksanakan, meskipun tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat terhadap perubahan kebijakan tersebut. Masyarakat yang meminta vaksinasi dosis ketiga akan tetap dilayani di fasilitas kesehatan milik pemerintah, baik itu puskesmas dan rumah sakit. (cem)