Disperin Intervensi Menjadi Garam Ber-SNI

0
Hj. Nuryanti (Ekbis NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB ikut melakukan intervensi garam lokal dengan dengan melakukan standarisasi.

“Standarisasinya ya harus SNI (Standar Nasional Indonesia),” kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., belum lama ini.

Saat ini, tambahnya, sudah ada lima rumah produksi garam yang didampingi hingga memiliki SNI. Ada di Bima, Lombok Timur dan Lombok Barat. Dengan adanya SNI, kata Nuryanti, garam-garam lokal ini sudah bisa dipasarkan secara nasional dengan jaminan kualitas.

“Yang kita intervensi ini sudah punya kemasan, sudah punya izin edar, dan sudah memiliki rumah produksi. Garam itu produk SNI. Jadi SNI sebelum beredar,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing garam lokal, intervensi harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Di hulu, ada bagian dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) atau Dinas Kelautan Perikanan bagaimana melakukan intervensi, sehingga mampu memproduksi garam berkualitas.

“Baru di hilir, kita juga ikut mengintervensi dengan dukungan untuk standarisasi supaya pasarnya lebih terbuka dan nilai jualnya lebih tinggi,” imbuhnya.

Intervensi juga bisa dilakukan untuk membuat beberapa produk turunan garam. Misalnya garam untuk spa, namun Dinas Kelautan dan Perikanan atau KKP juga melakukan program yang sama. “Supaya tidak tumpang tindih dengan program Kementerian Kelautan Perikanan, kita akhirnya hanya standarisasi saja sementara ini,” demikian Nuryanti. (bul)