ASN Turun Gotong Royong, Jembatan Pemoles Ditarget Selesai Sebulan

0
Aksi gotong royong ASN Loteng di jembatan Pemoles, Praya Barat Daya, dipimpin langsung Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., Sabtu, 16 Juli 2022. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sejak Jumat, 15 Juli 2022 hingga Sabtu, 16 Juli 2022, Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menggelar aksi gotong royong di lokasi pembangunan jembatan Pemoles yang memisahkan Desa Batujangkih dan Montong Sapah kecamatan Praya Barat Daya. Gotong royong ini untuk membantu mempercepat pembangunan jembatan yang merupakan akses utama kedua desa tersebut.

Memimpin langsung aksi gotong royong, Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri, S.IP., menargetkan pembangunan jembatan tersebut tuntas dalam sebulan ke depan. “Saat ini progres pembangunan jembatan Pemoles ini sudah sekitar 80 persen. Jadi mudah-mudahan sebulan ke depan jembatan ini sudah jadi. Dan, siap digunakan oleh masyarakat,” sebut Pathul, Sabtu siang.

Dikatakannya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat setempat, karena merupakan akses utama pendukung kegiatan ekonomi maupun pendidikan. Sehingga meski dengan keterbatasan anggaran Pemkab Loteng tetap berupaya membangun jembatan tersebut supaya masyarakat setempat tidak lagi mengalami kesulitan akses transportasi dan lainya.

“Turunnya ASN lingkup Pemkab Loteng kali ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat di dua desa ini,” sebutnya. Artinya meski hanya dengan dukungan tenaga, ASN lingkup Pemkab Loteng siap membantu masyarakat.

Pathul mengatakan anggaran pembangunan jembatan Pemoles hanya tersedia sekitar Rp300 juta. Padahal dari hitung-hitungannya paling tidak butuh anggaran sekitar Rp 1 miliar. Tapi berkat dukungan berupa sumbangan dana, material maupun tenaga sedikit tidak kekurangan anggaran yang terjadi bisa dikurangi.

Untuk itu, secara khusus Bupati Loteng menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para pihak yang sudah bersedia membantu pembangunan jembatan Pemoles ini. “Jembatan pemoles ini terbangun berkat dukungan berbagai pihak. Bukan karena bupati atau gubernur. Tapi karena kita bersama,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Montong Sapah, Darbe mengaku masyarakat sangat membutuhkan jembatan Pemoles tersebut. Karena memang menjadi akses utama dan satu-satunya yang menghubungkan kedua desa. Tanpa keberadaan jembatan tersebut masyarakat pastinya bakal kesulitan akses tranportasi.  Terlebih pada musim penghujan di saat air sungai sedang besar.

“Memang sebelumnya sudah ada jembatan, namun kondisinya sudah rusak. Jadi jembatan baru ini sangat penting dan berarti bagi masyarakat,” tegasnya seraya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang begitu peduli dengan kondisi masyarakat. (kir)