Tumbuhkan Budaya Bersih, Kelurahan Leneng Gelar Lomba Kampung Berseri

0
Ketua Panitia Lomba Kampung Berseri, Leneng, Praya, L. Isnaini, memberikan keterangan, didampingi LUrah Leneng, H. Muhdin serta Maya, dari Portir Indonesia, Jumat, 15 Juli 2022. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebagai upaya menumbuhkan budaya bersih dan peduli terhadap kondisi lingkungan di tengah masyarakat, Pemerintah Kelurahan Leneng Kecamatan Praya, Lombok Tengah (Loteng) menggelar Lomba Kampung Bersih dan Asri atau Berseri. Lomba ini digelar dengan menggandeng Portir Indonesia, bank sampah serta pokdarwis setempat, lomba digelar untuk tiga kategori, masing-masing kategori Rukun Tetangga (RT), lembaga pendidikan serta rumah ibadah.

“Ada 48 RT, 4 sekolah dan madrasah ditambah 8 rumah ibadah yang bakal diundang sebagai peserta Lomba Kampung Berseri ini nantinya,” ungkap Ketua Panitia Lomba Berseri Leneng, L. Moh. Isnaini, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat, 25 Juli 2022.

Ia menjelaskan, penilaian dari lomba tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan lingkungan, lembaga pendidikan maupun rumah ibadah bersangkutan itu saja. Tetapi lebih luas lagi, soal bagaimana tingkat keaktifan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari. Kemudian ketersediaan sasaran penunjang kebersihan serta kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan itu sendiri.

“Termasuk tingkat keasrian lingkungan setempat juga masuk jadi salah satu kriteria penilaian dalam lomba ini,” sebutnya.

Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng kelompok masyarakat peduli lingkungan serta lembaga yang intensif dalam hal lingkungan. Sekaligus bersama-sama memberikan penilaian lainnya.

Menurutnya yang paling penting dari lomba tersebut bukan pada lombanya semata. Tetapi bagaimana Lomba Kampung Berseri tersebut bisa menjadi wadah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Dalam rangka menumbuhkan kesadaran akan budaya bersih dan peduli pada lingkungan yang sejauh ini sudah jauh terkikis di tengah masyarakat.

“Dengan adanya lomba ini, masyarakat akan lebih giat menjaga lingkungannya. Dimulai dari lingkungan rumahnya. Kalau itu secara kontinyu terus dilakukan, maka lama kelamaan akan menjadi budaya atau kebiasaan di tengah masyarakat,” imbuh Isnaini.

Kalau sudah menjadi satu kebiasaan, ada ataupun tidak ada lomba yang digelar masyarakat sudah terbiasa dengan hidup bersih. “Ibaratnya, lomba ini bisa menjadi stimulus untuk merangsang kembali budaya bersih dan peduli pada lingkungan,” tandas mantan Lurah Leneng, Praya ini.

Di tempat yang sama, Lurah Leneng H. Muhdin, mengatakan pemerintah kelurahan menyambut baik dan mendukungan kegiatan lomba tersebut. Hal itu sejalan dengan semangat Kelurahan Leneng untuk menjadi kelurahan yang bersih dan asri. Terlebih Kelurahan Leneng mencanangkan diri sebagai sebagai salah satu destinasi wisata kota di Loteng, sehingga budaya bersih di tengah masyarakat harus benar-benar ditanamkan.

“Tidak kalah penting, Kelurahan Leneng sendiri termasuk perwajahan dari Kota Praya. Jadi harus bisa tampil beda dengan desa atau kelurahan lainnya. Karena Leneng bisa menjadi representasi dari Kota Praya,” tutupnya. (kir)