Ritual Adat ”Ngayu-ayu”, Daya Tarik Destinasi Wisata Sembalun

0
Ritual Adat Ngayu ayu di Sembalun yang digelar tiga kali dalam setahun menjadi daya tarik wisata di Sembalun. (Suara NTB/ist)

Ritual adat Ngayu-ayu Desa Sembalun yang digelar tiga kali dalam setahun merupakan salah satu daya tarik wisata. Dalam kegiatan tersebut, tidak saja menjadi momentum pelestarian alam, tapi juga pelestarian nilai-nilai budaya.

KEPALA Dinas Pariwisata Lotim, Iswan Rakhmadi, mengharapkan, kegiatan ritual adat itu diharapkan bisa dipertahankan. Apalagi sebelumnya, telah dibangun juga Universitas Kebudayaan di Sembalun Bumbung dan dibangun atas inisiasi dari para tokoh masyarakat.

Sembalun diketahui menjadi salah satu destinasi wisata andalan Lotim. Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) itu menjadi tujuan wisata yang sudah terkenal tidak saja alamnya. Tradisi Ngayu-ayu itu selain untuk melestarikan nilai budaya juga untuk harmonisasi  alam.

Ngayu-ayu disebut menggambarkan hubungan antara manusia dan manusia lainnya, juga manusia dengan alam sekitar, serta manusia dengan penciptanya. Ritual Adat Ngayu-ayu merupakan perwujudan ajaran Islam yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antar manusia, serta hubungan manusia dengan Allah, sang pencipta, serta hubungan antara manusia dengan dan alam yang diciptakan-Nya.

Sebelumnya, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy mengakui tidak mudah melestarikan adat istiadat di tengah semakin tipisnya, bahkan sudah tidak ada lagi batasan geografis berkat kemajuan teknologi, yang menyebabkan serbuan dari berbagai kebudayaan lain bisa masuk dengan sangat mudah. Akan tetapi masyarakat Sembalun dapat menunjukkan komitmen, ditambah pula konsisten terhadap komitmen tersebut.

Bupati menggarisbawahi konsistensi yang disebut ini sebagai modal penting menyebarluaskan adat istiadat luhur tersebut, khususnya sebagai sebuah objek wisata budaya. Hal ini terkait upaya Pemda Lotim memajukan sektor pariwisata, karena itu Dinas Pariwisata diharapkan dapat memasukkannya sebagai event wisata dalam kalender event Lotim, bahkan NTB.

Konsistensi itu diharapkan pula dapat mendorong wisatawan yang datang, baik lokal maupun manca negara dapat lebih menghargai keberadaan Sembalun, tidak saja sebagai objek wisata melainkan sebagai benteng terakhir penjaga keseimbangan ekosistem di Kawasan Geopark Rinjani.

Sultan Sepuh Cirebon Jaenudin II Arianatareja sebagai perwakilan para sultan, raja, dan ratu yang hadir pada puncak Ritual Adat Ngayu-ayu juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut, serta komitmen dan dukungan Pemda Lotim.

Puncak ritual adat Ngayu-ayu yang berlangsung Kamis, 15 Juli 2022 itu, selain dihadiri para sultan, raja, dan Ratu Nusantara serta dari negeri tetangga seperti Malaysia, dihadiri pula Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin, jajaran Forkopimda NTB dan Forkopimda Lotim dan tokoh adat. (rus)