Rekening Nasabah BRI Bima Dibobol, Tabungan Rp165 Juta Raib

0
Kantor Cabang BRI Bima. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Rekening seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bima bernama Khairunnisa, SE diduga dibobol, uang tabungan sebesar Rp165.800.000 raib.

Raibnya uang ratusan juta rupiah itu diketahui setelah ibu satu anak ini mengecek notifikasi pada ponselnya pada Jumat, 15 Juli 2022 sekira pukul 09.00 wita. Dalam notifikasi itu tertera transaksi penarikan dana senilai Rp1 juta.

Tidak sampai disitu, Ia pun terkejut setelah melihat seluruh notifikasi yang masuk, ternyata transaksi penarikan dana ada juga senilai Rp10 juta dan Rp50 juta hingga totalnya mencapai ratusan juta rupiah. Padahal, Ia tidak pernah melakukan transaksi apapun.

Khairunnisa mengaku sadar uang tabungannya hilang setelah mendapatkan informasi pemberitahuan melalui pesan singkat Whatsapp dari BRI Mobile (BriMo)  yang menyebutkan ada transaksi penarikan dana beberapa kali.

“Pemberitahuan ada transaksi penarikan dana Rp1 juta, Rp10 juta hingga Rp50 juta dua kali hingga mencapai Rp168 juta, padahal saya tidak melakukan transaksi apapun,” katanya.

Setelah membaca informasi penarikan dana, Ia mengaku langsung mengadukan dan melaporkan ke Customer Service (CS) BRI Cabang Bima dan meminta agar laporan transaksi atas rekeningnya dicetak serta memblokir nomor rekeningnya.

“Langsung diadukan ke BRI agar nomor rekening segera diblokir dan mencetak semua laporan transaksi,” ujarnya.

Terkait masalah yang dialaminya Khairunnisa meminta uang yang raib itu dikembalikan oleh pihak BRI karena Ia merasa tidak pernah melakukan transaksi apapun. Apalagi uang itu milik Koperasi Disnaketrans Kabupaten Bima.

“Saya tidak mau tahu apapun alasan pihak Bank BRI uangnya harus tetap kembali karena memang tidak pernah melakukan transaksi apapun,” tegasnya.

Ketua Koperasi Pelita Karya Disnakertrans Kabupaten Bima, Fatahullah, S.Pd, yang mendampingi pengaduan di BRI Cabang Bima meminta pertanggungjawaban pihak Bank, karena yang bersangkutan tidak pernah merasa melakukan transaksi atupun dihubungi oleh pihak bank atau pihak lain.

“Ini murni pembobolan rekening, bank harus bertanggungjawab karena ini bukan uang pribadi tapi uang koperasi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Manager Operasional BRI Cabang Bima, Arie mengakui ada pengaduan tersebut, namun Ia enggan memberikan komentar banyak. Terkait persoalan itu, Ia mengaku pihaknya sudah melaporkan ke BRI Pusat.

“Kami belum bisa berikan komentar apa-apa dulu. Tapi soal ini sudah dilaporkan ke BRI Pusat. Jadi biarkan pihak BRI Pusat yang menelusurinya,” katanya.

Arie mengatakan, dalam menelusuri persoalan raibnya dana nasabah, pihaknya meminta agar diberikan waktu selama 20 hari untuk mengetahui kemana saja aliran dana yang raib, modus hingga oknum pelaku yang melakukan pembobolan. “Yang jelas BRI Pusat yang akan menelusurinya, waktunya 20 hari,” katanya.

Apakah pihak BRI Cabang Bima akan tetap mengganti uang nasabah yang raib meski tidak pernah melakukan transaksi pribadi ? Arie menjawab semua itu membutuhkan proses, bahkan hingga dilakukan investigasi. “Kalau soal pengganti dan sebagainya akan ada investigasi dari BRI pusat,” pungkasnya. (uki)