Normalisasi Sungai di Kota Bima Terancam Molor, Warga Enggan Pindah

Kota Bima (Suara NTB) – Proyek normalisasi sungai Melayu dan Padolo Kota Bima terancam molor. Masalahnya banyak warga enggan pindah, serta ditambah rumah relokasi yang sudah dibangun pada beberapa titik, kondisinya banyak yang tidak layak huni dan rusak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Kota Bima, Drs. H. Mukhtar Landa MH, mengaku program normalisasi sungai yang sedianya mulai dikerjakan tahun 2022, ditemukan beberapa kendala dan permasalahan di tingkat lapangan yang dihadapi para Lurah.

“Ada beberapa kendala dan masalah yang dihadapi, seperti warga menolak pindah dan adanya laporan rumah relokasi yang kondisinya rusak,” ungkap Sekda.

Dari beberapa kendala dan masalah tersebut lanjut dia, pihaknya akan segera menindaklanjut dengan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas Perkim, BPBD, DLH, BPKAD, dan Bappeda.

“Persoalan yang ada, akan ditindaklanjuti dengan melibatkan OPD teknis. Bahkan sudah kita gelar rakor bersama,” katanya.

Berdasarkan hasil rakor, salahsatu persoalan yang akan ditindaklanjuti yakni teknis perbaikan rumah relokasi yang kondisinya sudah tidak layak dihuni. Sekda memastikan, sebelum warga dipindahkan ke tempat relokasi, rumah-rumah yang rusak semuanya sudah diperbaiki.

“Semua teknisnya sudah kita bahas bersama, terutama teknis perbaikan rumah relokasi yang tidak layak huni,” ujarnya.

Ia mengatakan sesuai Surat Keputusan Walikota Bima Nomor : 188.45/326/360/VII tentang penanganan percepatan relokasi masyarakat dan penataan sempadan sungai Kota Bima Tahun 2022, proses pemindahan warga harus segera dilakukan.

“Sesuai arahan Walikota Bima, warga yang sudah siap harus secepatnya dipindahkan ke tempat relokasi,” ujarnya.

Sementara bagi masyarakat yang menuntut ganti rugi, tambah Sekda harus berpedoman pada aturan dan mekanisme yang berlaku. Karena berdasarkan aturan yang bisa diganti rugi hanya lahan yang memiliki bangunan, bukan lahan kosong.

“Saat ini kita hanya fokus bertugas membebaskan lahan-lahan warga yang berada di bantaran sungai,” terangnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Bima, Ir. Hj. Siti Zainab, mengaku pihak JICA sudah memulai proses tender pengerjaan normalisasi sungai Padolo Melayu Kota Bima. Pemkot Bima diminta agar segera menyelesaikan masalah yang dihadapi di tingkat lapangan.

“Proyek normalisasi sungai di Kota Bima sedang proses tender. Kita diminta secepatnya untuk menuntaskan kendala dan masalah yang dihadapi di tingkat lapangan,” ujarnya.

Masalah pada tingkat lapangan saat ini lanjut dia, masih banyaknya warga yang belum mau pindah untuk menempati rumah relokasi yang sudah dibangun pada beberapa titik seperti di Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota, Oi Fo’o dan Kadole Kecamatan Rasanae Timur.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT)  jumlah rumah relokasi di Keluraham Jatibaru Timur sebanyak 68 unit. Namum yang terisi atau ditempati saat ini hanya 32 Kepala Keluarga (KK).

“Sisanya 13 unit hanya ditempati malam hari serta ada yang pulang pergi. Dan yang belum dihuni sama sekali masih 12 unit,” ujarnya.

Untuk tempat relokasi Oi Fo’o lanjut dia ada sebanyak 140 unit. Namun yang yang baru terisi atau ditempati hanya 23 unit. Ditempati warga yang pulang pergi sebanyak 27 unit dan yang dipagari saja tidak berpenghuni 40 unit. “Di Oi Fo’o yang belum ditempati sama sekali sebanyak 44 unit,” ujarnya.

Sementara rumah relokasi Kadole ada sebanyak 533. Akan tetapi yang terisi atau ditempati warga baru sehanyak 63 unit. Diisi warga yang hanya pulang pergi sebanyak 107 unit, kemudian yang hanya dipagari saja rumahnya ada 190. “Yang belum ditempati sama sekali tersisa 173 unit,” pungkasnya. (uki)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...