Lomba Tingkat Nasional, KMPS Batu Dendeng Dasan Geres Lobar Wakili NTB

0
Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid bersama kepala BWS NT I, Sekda Lobar, H. Baehaqi dan Ketua KMPS Batu Dendeng Umar Syarapudin saat penilaian Lomba KMPS tingkat nasional, Jumat, 15 Juli 2022. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – KMPS Batu Dendeng, Lingkungan Dasan Geres, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat mewakili NTB pada lomba KMPS Tingkat Nasional. Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) ini mewakili NTB, setelah sebelumnya menjadi juara I pada lomba yang sama tingkat provinsi NTB.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid yang hadir langsung pada penilaian persentasi lomba KMPS Tingkat Nasional yang digelar secara virtual oleh Kementerian PUPR, di aula Jayengrane, Jumat, 15 Juli 2022 menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak terhadap KMPS Batu Dendeng sebagai utusan dari Pemkab Lobar dalam menghadapi lomba tersebut. “Kami sangat berharap dan optimis mendapatkan juara I nasional lomba KMPS ini,” jelas Bupati.

Ia menekankan, program kerja KMPS harus terus ditingkatkan sehingga terlihat dampak positif pada masyarakat. Sementara itu, Ketua KMPS Batu Dendeng, Umar Syarapudin mengatakan KMPS Batu Dendeng mewakili NTB dalam lomba KMPS Tingkat Nasional. “Kami mewakili NTB untuk Lomba KMPS Tingkat Nasional, yang diutus kami (KMPS Batu Dendeng) mewakili tingkat nasional,” terangnya.

Lomba ini dalam rangka memperkuat kelembagaan antar KMPS Tingkat Nasional. Beberapa hal yang dinilai dalam ini jelas dia, profil KMPS,  program kerja, tinjauan lapangan. Persiapan sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2019. Semenjak dibentuk tanggal 9 September 2019 lalu, KMPS ini sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Baik berupa kegiatan rutin dan bulanan.

“Semua dinilai, dari awal sampai sekarang,” ujarnya. Program unggulan KMPS jelas dia, adalah Jabat Sampah. Yang dimaksud jabat sampah adalah, jemput, ambil, bersihkan, antar dan tuntaskan sampah. Program unggulan ini untuk mensukseskan program unggulan bupati “ijo nol dedoro”. Dalam program ini, tidak membuang sampah ke TPS. Namun membuang sampah dengan sistem transit. Di mana sampah yang diambil dari rumah ke rumah warga menggunakan gerobak dan roda tiga. Kemudian sampah ditaruh di mobil sampah yang disiapkan oleh DLH.

Lebih lanjut, dalam penilaian persentasi dilakukan secara zoom meeting. Yang dipersentasikan, semua profil KMPS. Diikuti oleh 37 peserta se Indonesia. Dalam penilaian Lomba ini sendiri diawali dengan tahapan penilaian dokumen profil, video dokumentasi kegiatan, persentasi. Dan keempat, tahapan penilaian tinjauan lapangan oleh tim kementerian PUPR. Jika pada penilaian tahap I ini,  KMPS bisa masuk tiga besar maka barulah dilakukan tahap penilaian tahap II. “Setelah masuk tiga besar, barulah dilakukan peninjauan lapangan,” ujarnya.

Dalam lomba dibagi menjadi tiga zona, zona I sumatera, Maluku, Aceh Kalimantan. Zona II, Jawa, Bali, Nusa tenggara. Zona tiga, Makassar, Papua, dan daerah bagian timur lainnya. Tiga zona ini nantinya akan cari Juara I, II dan III.

Selaku Lurah Dasan Geres, Umar menekankan untuk program-program kerja KMPS diupayakan bisa ditularkan ke semua Lingkungan agar bisa dilaksanakan di wilayah Kelurahan Dasan Geres. “Melalui KMPS ini kami berharap bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Lobar,” harap dia. Ia berharap agar program KMPS ini bisa dibentuk di desa-desa lain di kabupaten Lobar. (her)