Lapak di Pasar Mandalika Banyak Kosong

0
Lapak pedagang di Pasar Mandalika terlihat sepi, Jumat, 15 Juli 2022. Pedagang enggan menempati lapak karena disinyalir biaya yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh. Selain itu, keberadaan pasar swasta juga berpengaruh terhadap pilihan masyarakat untuk berbelanja. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan pasar tradisional di Kota Mataram, perlu dikaji kembali. Pasalnya, lapak yang dibangun relatif sepi pedagang, salah satunya di Pasar Induk Mandalika. Keberadaan pasar swasta diduga jadi pemicu.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Mataram, Syamsul Irawan menjelaskan, berbagai upaya dilakukan memasukkan pedagang ke dalam lapak yang dibangun pemerintah. Di antaranya, menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan atau memanfaatkan saluran drainase untuk membangun lapak sendiri. Pasca penertiban pedagang mulai mengisi lapak meskipun tidak secara keseluruhan. “Kita tidak bisa memaksa pedagang. Tetapi upaya yang terus kita lakukan adalah menertibkan para pedagang,” kata Syamsul dikonfirmasi pada Jumat, 15 Juli 2022.

Enggannya pedagang menempati lapak di Pasar Mandalika disinyalir akibat sepi pembeli dan harga sewa lapak relatif mahal dibandingkan pasar swasta. Syamsul mengaku, tidak mengetahui masalah perbedaan tarif antara pasar milik pemerintah dan milik swasta. Sejauh ini, pemerintah tidak bisa mengintervensi penentuan tarif sewa lapak di pasar swasta karena menjadi ranah usaha dari perusahaan tersebut.

Perbedaan tarif itu bisa saja menjadi pertimbangan pedagang untuk mencari biaya yang lebih rendah. Adapun mahalnya harga barang yang dijual pedagang dibandingkan pedagang di pasar Pade Angen, Syamsul menegaskan, perbedaan harga itu lebih pada perilaku pedagang. Akan tetapi, pedagang di pasar Mandalika maupun di pasar swasta tersebut sama-sama mengambil barang di satu agen yang sama di Pasar Induk Mandalika. “Kalau perbedaan harga itu pada perilaku pedagang saja,” ungkapnya.

Dinas Perdagangan akan meminta pedagang untuk menempati lapak-lapak tersebut. Selain dengan upaya penertiban, juga menyediakan fasilitas yang nyaman bagi pedagang dan pengunjung. “Iya, tempat parkir juga akan disiapkan dan fasilitas yang layak lainnya,” demikian kata Syamsul. (cem)