Investor Tegaskan Pembangunan 254 Kamar Hotel di Mekaki Bertahap

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak PT. Teluk Mekaki dan PT. Teluk Agung Alami, investor yang akan membangun hotel di kawasan Mekaki menegaskan keseriusannya untuk melaksanakan pembangunan fasilitas penginapan bintang lima. Pembangunan 254 kamar yang direncanakan, dilakukan bertahap hingga ditarget selesai tiga tahun ke depan.

Direktur PT. Teluk Agung Alami Hendra Sujanto menjelaskan, pembangunan The Apurva Kempinsky Lombok akan dilakukan dengan sangat serius, pembangunan Kempinsky di Lombok ini merupakan hotel yang ke-tiga yang dibangun oleh perusahaan di bawah Wings Group ini. ” Iya, iya kami sangat serius sekali, kita sudah persiapkan diri dan sudah ada pengalaman di Jakarta dan Bali, ” katanya saat ditemui di kawasan Mekaki.

Strategi pembangunan dan pengembangan hotel di kawasan inipun tipikal tidak jauh beda dengan apa yang sudah dijalankan di dua lokasi yang sudah lebih dulu dikembangkan. Untuk tahap awal yang akan dibangun terlebih dahulu yaitu pembangunan hotel bintang lima standar internasional dengan kapasitas 254 kamar.

Pembangunan hotel ini dilakukan sesuai dengan tahapan perizinan yang sudah didapatkan dan sesuai dengan masterplan pengembangan Mekaki. “Tahap awal yang akan kita bangun hotel bintang lima standar internasional,” ujarnya.

Setelah dimulai dengan pembangunan hotel selanjutnya akan dilakukan pembangunan bertahan sesuai dengan area pengembangan hotel. “Kita akan bangun bertahap sesuai dengan konsep yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

Hendra menyebutkan bahwa konsep pembangunan Kempinsky Lombok memiliki ciri khas dari dua hotel yang lebih dulu sudah ada, di mana, untuk di Lombok, hal yang lebih dari yang ada di Lombok yaitu, bangunan hotel akan mengadopsi kearifan lokal yang ada di Lombok. ” Konsep lokal yang ada di Lombok, akan jadi kelebihan Kempinsky Lombok, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar H. Ahmad Subandi menegaskan begitu selesai groundbreaking, investor langsung mulai membangun. “Tahap awal pembangunan dimulai dari gudang, kantor, mess dan hotel,” jelas dia.

Namun dari rencana awal kamar yang dibangun 200 kamar menjadi 254 sehingga untuk izin perlu ke pusat untuk Amdalnya.  Untuk 200 kamar hotel itu sudah keluar izinnya, karena sesuai ketentuan untuk jumlah kamar 200 bisa dikeluarkan oleh gubernur, sedangkan kalau 100 kamar dikeluarkan oleh bupati. Sedangkan jumlah kamar lebih dari 200, maka perlu izin ke pusat. “Inilah nantinya akan diurus setelah groundbreaking, kami akan bantu proses perizinan,” ujarnya.

Selain mengeluarkan izin untuk pembangunan 200 kamar hotel, pihaknya sudah mengeluarkan izin membangun untuk pembangunan  gudang dan mess. Luas bangunan fasilitas ini,  seluas 43 ribu meter persegi dengan luas lahan mencapai 26 hektar. Bentuk keseriusan dari investor, sejauh ini telah membayar IMB Rp3,6 Miliar dan BPHTB Rp11 miliar. (Her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...