Dukung ’’Ijo Nol Dedoro’’, Narmada Rutin Lakukan Program Oplas Awet Muda

0
Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid didampingi Camat Narmada, M. Busyairi dan Forkopimcam melaunching program Oplas. Pada bagian lain jajaran ASN, desa dan warga sedang mengangkat kantong sampah, Jumat, 15 Juli 2022. (Suara NTB/ist)

Untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar), terutama sampah-sampah plastik yang sulit didaur ulang, pemerintah kecamatan rutin melaksanakan program Operasi Sampah Plastik atau disingkat Oplas Awet Muda. Program inovasi Camat Narmada ini juga menggerakkan semua desa dan sekolah, ponpes yang ada di kecamatan itu untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

PROGRAM Oplas ini juga dihajatkan untuk mendukung program Zero Waste yang dilaksanankan Pemprov NTB dan Ijo Nol Dedoro oleh Pemkab Lobar. Pada Jumat, 15 Juli 2022,  program Oplas ini dilakukan launching di kantor Camat setempat oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid di dampingi Camat Narmada, M. Busyairi, Forkompinda Narmada, tokoh masyarakat serta jajaran Kepala Desa se-Kecamatan Narmada.

Camat Narmada, Muhammad Busyairi menyampaikan bahwa program Oplas Awet Muda itu memiliki filosofi yang mendalam. “Orang operasi plastik itu tentu ingin terlihat awet muda. Kawasan kita pun seperti itu, ini dalam konteks penanganan sampah,” ujarnya. Program Oplas ini merupakan program memungut sampah plastik. ‘’Dan kita mulai dari Narmada yang terkenal dengan air awet mudanya. Mudahan program ini bisa berlanjut sampai kabupaten dan bahkan ke Provinsi,” imbuhnya.

Busyairi menambahkan, munculnya ide Oplas ini diawali sejak kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. “Berhari-hari kita bergotong-royong, tapi masalah tidak selesai selesai.  Untuk itu kita inisiasi program Oplas ini,” jelasnya. Menurut dia, program Oplas tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan juga daerah. “Dan kami bersyukur tanggapan mereka yang datang ke Narmada sangat positif. Dan hari ini kita gelar gotong royong serentak di 21 desa dengan melibatkan masyarakat, siswa, Ponpes dan kantor-kantor yang ada di Narmada,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Narmada itu juga mengakui bahwa pihaknya belum mampu melakukan banyak hal untuk penanganan sampah yang ada. “Ini hanya bagian kecil saja. Untuk mendukung program Ijo Nol Dedoro dan Zero Waste,” pungkasnya.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa sampah plastik ini secara ekonomi menjanjikan. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan dan dihasilkan dari sampah plastik tersebut. “Baik itu kerajinan, dan produk-produk rumahan lainnya,” katanya

Fauzan juga menegaskan bahwa sampah-sampah di Kabupaten Lobar ini secara umum belum bisa ditangani dengan baik. Ada beberapa penyebabnya, salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang turun. “Mengelola sampah, bagian sangat penting dari ajaran agama. Bagaimana kalau sampah tidak ditangani, bencana mengancam kita. Untuk itu, kami berharap setiap pengajian dimasukkan sebagai bagian penting,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi program Oplas yang diluncurkan Camat Narmada. “Luar biasa dukungan para Kades di Narmada ini. Kebersamaan dan gotong royong serta kesadaran untuk menangani sampah ini sangat penting. Memang tidak bisa sekali untuk bisa menyelesaikan sampah ini, tapi butuh berkali-kali dan berkesinambungan,” jelasnya. Terakhir, Bupati menyampaikan bahwa untuk menangani sampah plastik tersebut, Pemkab akibat sudah ada MoU dengan salah satu bank untuk menangani masalah sampah di sekolah sekolah. “Hanya saja, ada beberapa persen sekolah yang melaksanakan,” pungkasnya. (her)