Seleksi Penerimaan P3K Gelombang Ketiga akan Digabung

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) akan menggabungkan seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) gelombang ketiga dengan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun pengadaan 2022. Tenaga pendidik dan tenaga kesehatan menjadi prioritas.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono menerangkan, tahapan seleksi P3K masih proses pembahasan oleh KemenPANRB di Jakarta. Rencananya pegawai honorer yang tidak lulus seleksi P3K di tahun 2021 lalu, akan digabungkan dengan penerimaan CPNS tahun 2023 mendatang. “Rencananya akan digabung dengan pengadaan pegawai tahun 2022. Kemungkinan seleksinya tahun 2023,” kata Yoyok, sapaan akrabnya ditemui di kantornya, Kamis, 14 Juli 2022.

Pemerintah pusat di tahun 2021 lalu, memberikan kuota P3K sejumlah 738 formasi. Dari hasil seleksi tahap I dan tahap II yang lulus hanya 475 formasi. Dengan rincian, 281 orang yang lulus pada tahap I dan 194 orang pada seleksi tahap II. Secara keseluruhan kuota guru kelas dengan 408 formasi hanya dapat terisi 316. Untuk guru pendidikan jasmani dan kesehatan SD terisi 38 formasi dari jatah 95 formasi. Sementara, guru bimbingan konseling dari 36 formasi hanya terisi 14 formasi. Guru prakarya dan kewirausahaan dan guru matematika terisi seluruhnya. Masing-masing 24 formasi untuk guru prakarya dan kewirausahaan dan 16 formasi untuk guru matematika

Yoyok menambahkan, kuota P3K yang belum terisi di tahap III sejumlah 263 formasi. Kebutuhan tenaga pendidik sebenarnya telah terpenuhi setelah adanya pengangkatan pegawai oleh pemerintah pusat. Namun demikian, perlu juga melihat jumlah pegawai terutama guru yang akan pensiun tahun ini. “Sebenarnya kebutuhan guru sudah terpenuhi setelah adanya rekrutmen,” tandasnya.

Penerimaan P3K di tahun 2023 mendatang, pemerintah pusat memprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Rekrutmen tenaga kesehatan menjadi permasalahan. Pasalnya, pengalokasian anggaran dibebankan ke kas daerah. Berbeda halnya dengan tenaga pendidik menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. “Kalau nakes daerah yang diminta menanggung gajinya,” ujarnya.

Proses seleksi P3K khusus nakes lanjutnya, hampir sama seperti guru. Diprioritaskan nakes yang telah masuk dalam sistem informasi sumber daya manusia kesehatan. Data nakes sudah terinput di Kementerian Kesehatan.

Meskipun kewenangan seleksi menjadi ranah kementerian, tetapi pemerintah daerah tetap memfasilitasi rekrutmen mulai dari penerimaan berkas administrasi dan lain sebagainya. “Seleksi tulisnya langsung dari kementerian. Tetap sih kita dilibatkan untuk pengawasan dan lain sebagainya,” ujarnya. (cem)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

0
Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19 Agustus 2022, wisatawan kelahiran Israel berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di ketinggian 150 meter dari Puncak...

Latest Posts

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...

Dispora NTB Usulkan Porprov NTB Ditunda

Mataram (Suara NTB) - Rencana KONI NTB menggelar Pekan...