KSB dan PT AMIN Segera Bahas Peralihan Sisa Lahan Smelter

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan segera menginisiasi pembicaraan dengan menajemen PT Amman Mineral Industri (AMIN) terkait proses peralihan sisa lahan smelter yang sudah final menjadi milik Pemda.

‘’Selain salinan putusan kasasinya. Kami dapat informasi, H. Yandri selaku pemilik lahan juga sudah mengambil uang pembelian tanahnya yang kita titip ke Pengadilan Sumbawa. Makanya kita siap-siap ketemu dengan manajemen AMIN soal bagaimana proses yang akan kita tempuh mengenai pengalihan tanah itu dari tangan Pemda ke perusahaan,’’ terang  Sekda KSB, Amar Nurmansyah, Kamis, 14 Juli 2022.

Amar mengakui, proses peralihan sisa lahan smelter yang berhasil dibebaskan Pemda KSB dari tangan pemilik yang sebelumnya menolak  tawaran PT AMIN harus segera dilaksanakan. Pasalnya tanah seluas sekitar 60,91 are tersebut menjadi titik utama lokasi dibangunnya pabrik smelter. ‘’Tentu kita tidak ingin gara-gara tanah itu masih milik Pemda jadi salah satu alasan penundaan proses konstruksi smelter kemudian oleh perusahaan,” cetusnya.

Meski memastikan akan segera mengkomunikasikannya dengan PT AMIN, namun Sekda belum berani untuk merinci opsi mana yang akan ditempuh pemerintah nantinya. Menurut dia, pemerintah tidak bisa secara gampang melepaskan aset yang dimilikinya. Terdapat ketentuan perundangan yang mengaturnya. Karena itu, Pemda KSB akan terlebih dahulu mengkomunikasikannya dengan PT. AMIN sebelum mengambil keputusan yang tepat.

‘’Dari beberapa opsi pelepasan aset oleh pemerintah yang sesuai aturan akan kita sampaikan ke perusahaan. Nanti yang mana sekiranya kita sepakati, maka pola itulah yang akan diterapkan,’’ jelasnya.

Berdasarkan aturan, ada beberapa mekanisme  yang dapat ditempuh pemerintah dalam melepas aset yang dimilikinya. Namun dalam hal sisa lahan smelter, Kabid Aset BPKAD KSB, Hairul Anwar menyatakan, cara paling tepat adalah melalui mekanisme ruislag atau tukar guling. “Menurut saya ya tukar guling yang paling pas. Tanah Pemda  ditukar dengan berbagai bentuk aset lain oleh AMIN sesuai dengan yang disepakati oleh kedua belah pihak,’’ ujarnya.

Hairul menambahkan, mekanisme lain nyaris tidak dapat diterapkan untuk pengalihan tanah yang peruntukannya sejak awal sudah ditetapkan itu. Ia mencontohkan lewat proses jual beli, prosedurnya harus melalui sistem lelang sehingga ada kemungkinan tanah itu tidak bisa diambil alih PT AMIN. “Kalau lelang kan siapa saja boleh ikut. Begitu juga kalau pilih sewa, saya kira perusahaan yang tidak mau seperti itu karena berisiko untuk jangka panjang,’’ pungkasnya. (bug)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...