Investor Diminta Serius, DPRD Berharap Pembangunan Hotel di Mekaki Jangan Sebatas ’’Groundbreaking’’

0
Munawir Haris (Suara NTB/her)

Giri Menang ( Suara NTB) – Adanya rencana pembangunan Hotel The Apurva Kempinski di kawasan Pantai Mekaki, Kecamatan Sekotong didukung anggota DPRD Lombok Barat (Lobra). Namun demikian, pihak dewan berharap jangan sampai sebatas groundbreaking, lalu tidak ada kelanjutan. Kekhawatiran itu sendiri cukup berdasar, lantaran beberapa kali groundbreaking dilakukan di Kawasan Mekaki tak berujung pada realisasi pembangunan fasilitas.

Sekretaris Komisi II DPRD Lobar, Munawir Haris mengaku secara kelembagaan DPRD, pihaknya mengapresiasi dan harus mendukung pembangunan hotel itu demi pariwisata di Lobar.  “Tapi tentunya karena ini pengalaman juga, beberapa kali pengalaman hanya peletakan (groundbreaking) di Mekaki itu, tidak ada tindak lanjut. Makanya ini harapan kami, ini harus serius. Harus betul-betul, ketika groundbreaking, harus ditindaklanjuti (pembangunan),” tegas politisi PAN itu, Kamis, 14 Juli 2022.

Dia menjelaskan, tidak hanya kali ini saja ada groundbreaking pembangunan hotel di kawasan tersebut. Munawir mengaku, setidaknya sudah tiga sampai empat kali dilaksanakan kegiatan serupa. “Tapi PHP (Pemberi Harapan Palsu) terus, karena setelah peletakan batu pertama langsung hilang,” imbuhnya.

Untuk saat ini diharapakan tidak demikian. Karena itu, dia berharap kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait agar serius menindaklanjutinya. “Harus betul-betul serius, jangan PHP lagi,” kata dia.

Menurut Munawir, pihaknya bukan pesimis dengan pembangunan hotel tersebut. Terlebih, investor yang masuk sudah memiliki nama besar dan cukup terkenal, yaitu Wings Group menargetkan pembangunan hotel bisa selesai tiga tahun.”Bukan pesimis, karena saya lihat Wings Group mempertaruhkan nama besar. Saya malah optimis, tapi harapannya supaya ditindaklanjuti demi kemajuan pariwisata kita. Jangan seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Ada banyak manfaat jika pembangunan hotel terwujud. Di antaranya berdampak terhadap kemajuan wisata dan sektor perekonomian masyarakat. Kemudian, akan menyerap banyak tenaga kerja. “Siswa di SMK Pariwisata bisa ditampung, bisa diserap,” pungkasnya. (her)