Dugaan Pungli dan Calo Darah di RSUD Bima Terungkap, Dihargai Rp1 Juta/Pasien

0
Ihsan. (Suara NTB/Dok)

Bima (Suara NTB) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, drg. H. Ihsan M.PH mengungkapkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan adanya calo darah di Rumah sakit yang dipimpinnya itu. Satu pasien bahkan dihargai Rp1 juta.

“Dua tenaga kesehatan (nakes) RSUD Bima telah dipecat karena terbukti pungli terkait soal darah,” katanya.

Modus dua nakes yang enggan disebutkan nama dan inisialnya itu yakni meminta sejumlah uang/dana pelicin kepada pasien yang membutuhkan, agar mempercepat penyaluran darah yang disimpan di Bank darah RSUD Bima. “Modus dua nakes ini terungkap setelah menerima pengaduan dari keluarga pasien. Kami pun langsung menindak tegas dan memecat keduanya,” ujarnya.

Setelah terungkap pungli dan diberikan tindakan tegas, kini muncul lagi calo darah. Para pasien di rawat inap yang kekurangan atau membutuhkan darah ditawari oleh oknum-oknum tertentu sebagai pendonornya. “Modusnya ditawari sebagai pendonor, namun harus diberikan imbalan. Satu pasien dihargai Rp1 juta,” ujarnya.

Ihsan mengaku, munculnya calo darah itu juga berdasarkan informasi dan pengaduan keluarga pasien. Selain itu, pihaknya juga menerima keluhan adanya dugaan jual-beli darah hasil donor bagi pasien yang kekurangan darah saat di rawat inap di RSUD Bima. “Aduan dan keluhan ini kami terima dalam setahun terakhir ini,” ujarnya.

Untuk itu, Ia mengingatkan warga terutama keluarga pasien rawat inap di RSUD Bima yang membutuhkan darah agar tetap waspada dan hati-hati. Jika ditemukan adanya praktik itu, segera laporkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut. “Kami harapkan agar dilaporkan ke polisi, menemukan praktik seperti ini,” katanya.

Ihsan menambahkan terkait persoalan darah, yang lebih berperan yakni Palang Merah Indonesia (PMI). Sementara RSUD Bima hanya sebagai penampung, mengingat terdapat Bank untuk menyimpan stok atau kebutuhan darah pasien. “Stok darah yang disimpan di bank darah RSUD Bima tidak hanya untuk kebutuhan internal, tapi juga untuk seluruh Rumah sakit di Bima,” pungkasnya. (uki)