SMPN 19 Mataram Berikan Materi MPLS untuk Bentuk Karakter Siswa

0
Kegiatan MPLS di SMPN 19 Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 19 Mataram memberikan materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru untuk membentuk karakter siswa. MPLS di SMPN 19 Mataram digelar awal pekan ini.

Kepala SMPN 19 Mataram, Hj. Aminah pada Rabu, 13 Juli 2022 mengatakan, pihaknya mengusung tema Berprestasi Religius Berbudaya dalam MPLS di awal tahun ajaran 2022/2023. Pembelajaran untuk tahun ajaran baru pun telah dipersiapkan pihaknya.

“Alhamdulillah sudah sudah siap dengan jadwal baru, aktif belajar tanggal 14 Juli 2022. Proses berjalan aktif sesuai kurikulum baru Kurikulum Merdeka secara mandiri,” ujar Aminah.

Materi yang diberikan saat MPLS antara lain tentang kepramukaan, tentang wawasan Wiyata Mandala, Pancasila, Keagamaan, Thaharah, Salat berjamaah, dan tayammum. Pihaknya telah membagi jadwal pemateri dan mempersiapkan atribut untuk MPLS.

Melalui MPLS, siswa diharapkan meningkatKan karakter kebudayaan dan religius para siswa. Selain itu, MPLS menjadi kesempatan bagi siswa baru untuk mengenal lebih jauh mengenai SMPN 19 Mataram.

SMPN 19 Mataram menerima enam rombongan belajar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Alhamdulillah kuota terpenuhi 6 kelas dengan jumlah rombel ada yang 26 dan 25,” ujarnya.

Sebelumnya,  Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Hj. Sabariah mengatakan, MPLS dilaksnakan dengan memperhatikan beberapa hal penting salah satunya dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya baik fisik maupun verbal. Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru. Wajib melaksanakan kegiatan yang bersifat edukatif dan menyenangkan.

“Dilarang melibatkan siswa senior atau kakak kelas dan atau alumni sebagai penyelenggara. Untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah yang dilaksanakan oleh guru dapat dibantu oleh siswa yang menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling banyak dua orang per rombongan belajar/kelas,” jelas Sabariah.

Kegiatan MPLS dilaksanakan di lingkungan sekolah dan dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya. Sabariah juga menekankan, saat MPLS wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah.

Di samping itu, lanjut Sabariah, masa pengenalan lingkungan sekolah unuk menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif sebagai peserta didik baru. Selain juga mengembangkan interaksi positif antar peserta didik dan warga sekolah lainnya.

“Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong,” jelas Sabariah. (ron)