Oknum Guru Ngaji di Terara Ditetapkan Jadi Tersangka

0
ilustrasi. foto : examiner

Selong (Suara NTB) – Seorang oknum guru ngaji berinisial MF (39), dari Terara ditetapkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim sebagai tersangka. Oknum guru ngaji yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan pada anak usia dini yang notabene para muridnya. Tersangka sudah ditahan di tahanan Mapolres Lotim sejak Senin, 11 Juli 2022.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Lotim, Iptu Nicolas Osman saat dikonfirmasi Rabu, 13 Juli 2022 membenarkan hal itu. Awalnya, kejadian tersebut dilaporkan pihak keluarga korban pada Jumat lalu. Lalu Unit PPA Satreskrim Polres Lotim melakukan penyelidikan secara maraton dan langsung mengidentifikasi keberadaan pelaku.

“Setelah menerima laporan dari korban, dua hari kemudian lima orang korban diperiksa bersama dua saksi,” tutur Osman. Berdasarkan hasil penyelidikan, sudah ditemukan dua alat bukti yang cukup sehingga oknum guru ngaji yang juga seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Lotim ini dijadikan tersangka.

Para korban juga sudah diminta untuk divisum. Korban rata-rata di bawah umur. Yakni yang mengaji di rumah pelaku. Iptu Nicolas Oesman menambahkan orangtua korban curiga karena korban tidak lagi berani mengaji ke tempat pelaku. Korban lantas bercerita kepada orang tuanya bahwa telah menjadi korban pencabulan.

Para korban diketahui sudah lama belajar ngaji di tempat pelaku. Perbuatan pelaku terhadap korban sempat diketahui oleh tetangga pelaku sejak bulan Mei 2022 lalu. Atas perbuatannya, oknum guru ngaji ini pelaku dijerat Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (rus)