Kemenkop Rekomendasikan 403 Koperasi di NTB Dibubarkan

0
Ahmad Masyhuri. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB)  –  Kementerian Koperasi dan UKM RI memberikan lampu hijau untuk membubarkan  403 koperasi di Provinsi NTB. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri di ruang kerjanya, mengatakan, putusan dari Kementerian Koperasi turun sepekan lalu.

Koperasi-koperasi yang dinyatakan dapat dibubarkan ini diusulkan oleh Provinsi, dan kabupaten/kota. “Dari sebanyak 403 koperasi yang sudah bisa dibubarkan ini tinggal ditindaklanjuti oleh kabupaten/kota juga,” katanya. Koperasi-koperasi dimaksud, lanjut kepala dinas, adalah koperasi yang boleh disebut antara ada dan tiada. Tidak melakukan Rapat AKhir Tahun (RAT) lebih dari 2 tahun. Tidak memiliki kantor, bahkan tidak jelas lagi kepengurusannya.

untuk membubarkan koperasi, dua syarat yang harus diperhatikan adalah. Pertama, pembubaran koperasi atas inisiatif bersama pengurus dengan seluruh anggota. “Sepakat bubar, selesai. Tidak ada masalah,” ujarnya. Kedua, pembubaran koperasi dilakukan karena ketidakjelasan kelanjutan koperasi. Baik dari sisi kepengurusannya, maupun usahanya.

Namun untuk membubarkan koperasi ini, menurutnya agak berat. Jangan sampai, koperasi yang akan dibubarkan masih meninggalkan masalah. “Misalnya, masih ada utang-utang yang harus dibayarkan. Kalau dibubarkan, siapa yang akan bayar utang-utang yang ditinggalkan. Jangan sampai dibubarkan, tapi masalahnya dilimpahkan ke kita,” katanya.

Untuk itu, menurut Masyhuri, tindak lanjut dari rekomendasi Kementerian Koperasi terhadap 403 koperasi yang boleh dibubarkan ini, adalah akan dibentuk tim penyelesain. Tim ini nantinya akan mengidentifikasi. Apakah memungkinkan koperasinya masih dapat dipertahakan, atau memang sangat layak dibubarkan.

“Karena harus hati-hati juga pembubaran ini. dua tahun covid-19, Artinya dua tahun tidak RAT, mungkin bisa dimaklumi. Karena keadaan. Kalau kiranya masih ada pengurus, masih ada kantor, dan masih ada semangat untuk hidup lagi, bisa dipertahakan,” imbuhnya.

Jika tidak bisa sama sekali, dengan catatan tidak ada utang yang ditinggalkan, pembubaran bisa dilakukan. Saat ini terdapat 4.363 koperasi di NTB. Tidak aktif sebanyak 2.707 koperasi. Yang tidak aktif ini, berpotensi diusulkan untuk dibubarkan. Bila kondisinya sangat memungkinkan dibubarkan. (bul)